JAKARTA, JakartaHype.com - Tren adopsi kendaraan energi baru di Indonesia kini semakin melonjak seiring dengan munculnya berbagai pilihan teknologi elektrifikasi yang ditawarkan oleh produsen global. Konsumen saat ini mulai dihadapkan pada pilihan antara Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai solusi mobilitas masa depan.
Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menjelaskan bahwa meskipun keduanya mengusung nama hybrid, sistem kerja dan karakter penggunaannya memiliki perbedaan yang sangat nyata. “HEV memiliki dua sumber tenaga namun baterainya tidak bisa diisi melalui colokan eksternal, sedangkan PHEV baterainya dapat diisi lewat sumber listrik luar,” papar Jim Ma, dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Pada sistem HEV, energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui putaran mesin bensin serta sistem regenerative braking saat kendaraan melakukan pengereman. Teknologi ini sangat cocok bagi pengendara yang menginginkan efisiensi bahan bakar tinggi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara konvensional sehari-hari.

Kapasitas baterai pada HEV umumnya cenderung kecil, sehingga motor listrik biasanya hanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat kondisi lalu lintas sedang padat. Keunggulan utamanya adalah kepraktisan maksimal karena kendaraan ini tetap bisa beroperasi optimal meskipun infrastruktur pengisian listrik di suatu wilayah belum memadai.
Berbeda dengan itu, PHEV memberikan pendekatan yang lebih modern karena memungkinkan pengguna untuk berkendara dalam mode listrik murni untuk jarak yang cukup jauh. Dengan baterai berkapasitas lebih besar, pemilik PHEV dapat melakukan pengisian daya melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Fleksibilitas menjadi nilai jual utama PHEV karena kendaraan tetap dapat beroperasi normal menggunakan mesin bensin ketika daya baterai habis di tengah perjalanan. "Langkah selanjutnya bagi konsumen adalah menyesuaikan pilihan teknologi tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka masing-masing," ungkap Jim Ma menambahkan.

Di pasar tanah air, JAECOO menghadirkan inovasi Super Hybrid System (SHS) melalui model andalannya yakni JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Model J7 SHS-P bahkan diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 km hanya dengan mode listrik murni, sebuah angka yang sangat ideal untuk penggunaan dalam kota.
Untuk segmen premium, JAECOO J8 SHS-P ARDIS hadir dengan dukungan 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) guna menjamin keamanan dan kenyamanan berkendara. Kecanggihan ini mencakup fitur Adaptive Cruise Control hingga Traffic Jam Assist yang sangat membantu pengemudi saat menghadapi kemacetan panjang di jalan raya.
Prestasi JAECOO di Indonesia kian gemilang dengan keberhasilan JAECOO J5 EV menembus peringkat sembilan besar merek mobil nasional menurut data GAIKINDO Januari 2026. Dengan catatan distribusi mencapai 1.942 unit, model ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap SUV listrik murni besutan JAECOO sangatlah tinggi.
Guna mendukung ekosistem tersebut, JAECOO telah mengoperasikan 25 diler resmi termasuk diler terbaru di kawasan Kebon Jeruk serta menyiapkan belasan Diler Siaga di rute mudik. Layanan bantuan darurat selama 24 jam juga disiagakan untuk memastikan seluruh pengguna JAECOO merasa aman dan nyaman selama melakukan perjalanan jarak jauh.