JAKARTAHYPE.COM - Sistem pelabelan nutrisi baru, yang dikenal sebagai Nutri-Level, kini mulai diterapkan secara bertahap pada sejumlah gerai minuman kekinian di ibu kota. Inisiatif ini bertujuan memberikan transparansi yang lebih baik mengenai komposisi gizi yang dikonsumsi masyarakat.
Proses pemantauan dan evaluasi telah dilakukan di berbagai lokasi, termasuk area komersial kawasan Jakarta Selatan. Penerapan ini penting untuk mengarahkan konsumen agar membuat pilihan makanan dan minuman yang lebih sehat.
Hasil dari pemantauan awal menunjukkan bahwa beberapa minuman favorit konsumen secara mengejutkan masuk ke dalam kategori D. Kategori ini merepresentasikan tingkat kandungan nutrisi yang paling tidak ideal berdasarkan standar penilaian yang ditetapkan pemerintah.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Kategori D ini secara spesifik menandakan bahwa produk tersebut memiliki konsentrasi zat gizi tertentu, seperti gula, yang melebihi batas aman yang ditetapkan untuk konsumsi harian. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para ahli kesehatan masyarakat di Jakarta.
Salah satu produk yang secara tegas teridentifikasi dan masuk dalam kategori D adalah menu andalan dari gerai Xing Fu Tang. Produk yang dimaksud adalah varian minuman yang menggunakan pemanis susu gula merah atau brown sugar boba milk.
Penempatan minuman tersebut pada level D ini disebabkan oleh tingginya kadar gula yang terdeteksi saat dilakukan analisis komposisi minuman. Kadar gula yang tinggi merupakan indikator utama yang memicu penempatan pada level nutrisi terendah ini.
Dilansir dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID, penerapan sistem pelabelan ini terlihat jelas di gerai-gerai yang berlokasi di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan. Lokasi strategis ini memungkinkan banyak konsumen untuk langsung melihat label nutrisi sebelum membeli.
"Penerapan sistem pelabelan Nutri-Level mulai terlihat di beberapa gerai minuman kekinian yang berberlokasi di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan," demikian disebutkan dalam analisis awal mengenai implementasi kebijakan baru tersebut.
Lebih lanjut, mengenai temuan di lapangan, disebutkan bahwa "Hasil pemantauan menunjukkan bahwa beberapa menu minuman populer kini dikategorikan dalam level D." Hal ini menegaskan urgensi kesadaran konsumen akan asupan gula mereka, sebut analisis tersebut.