JAKARTAHYPE.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan mengenai perkembangan sistem cuaca baru yang berpotensi membawa dampak signifikan. Fenomena atmosfer yang dimaksud adalah Bibit Siklon Tropis dengan kode identifikasi 96W.

Fenomena ini menjadi perhatian khusus karena posisinya yang terdeteksi berada di wilayah perairan sebelah utara Pulau Sulawesi. Keberadaan bibit siklon ini memerlukan kewaspadaan dari seluruh lapisan masyarakat di wilayah terdampak.

Secara spesifik, Bibit Siklon Tropis 96W ini terdeteksi dan secara resmi terbentuk pada hari Selasa, 27 Juni 2026. Pembentukan sistem cuaca ini dicatat BMKG pada waktu dini hari, tepatnya pukul 07:00 WIB.

Lokasi pusat dari sistem cuaca baru ini telah diidentifikasi oleh BMKG. Pusat bibit siklon tersebut dilaporkan berada di sekitar daratan Filipina, yakni pada area sebelah utara wilayah Sulawesi Utara.

Fenomena atmosfer ini menunjukkan adanya potensi peningkatan aktivitas cuaca di kawasan tersebut. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan dan informasi terbaru terkait sistem 96W ini.

Meskipun merupakan bibit siklon, perkembangan lebih lanjut dari 96W harus diantisipasi karena dapat memicu perubahan pola cuaca ekstrem. Dampak dari fenomena ini diperkirakan dapat terasa hingga memasuki awal bulan Juli mendatang.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, BMKG telah mengidentifikasi adanya perkembangan sistem cuaca baru berupa Bibit Siklon Tropis 96W yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Fenomena atmosfer ini terdeteksi berada di wilayah perairan sebelah utara Pulau Sulawesi, menandakan perlunya kesiapsiagaan di daratan Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Dilansir dari sumber yang sama, fenomena Bibit Siklon Tropis 96W ini secara resmi terdeteksi dan terbentuk pada tanggal 27 Juni 2026, tepatnya pada pukul 07:00 WIB. Informasi waktu ini krusial untuk pemodelan prediksi cuaca selanjutnya.