JAKARTAHYPE.COM - Masyarakat Indonesia sepanjang bulan April ini memang merasakan peningkatan suhu udara yang signifikan, mengindikasikan bahwa beberapa wilayah telah memasuki periode musim kemarau. Kondisi ini merupakan bagian dari siklus cuaca tahunan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat luas.
Menurut data resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sebanyak 7% Zona Musim (ZOM) di seluruh Indonesia telah memasuki fase kemarau hingga akhir Maret lalu. Ini menunjukkan bahwa transisi musim sudah mulai terjadi di beberapa kantong wilayah.
Sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksi akan mulai memasuki puncak musim kemarau pada rentang waktu antara bulan April hingga Juni 2026 mendatang. Prediksi ini penting untuk persiapan mitigasi kekeringan dan pengelolaan sumber daya air.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengonfirmasi wilayah-wilayah mana saja yang telah lebih dulu mengalami musim kering. Wilayah tersebut meliputi sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatera Utara, dan sebagian kecil Riau.
Selain di Sumatera, Kepala BMKG juga menyebutkan beberapa daerah lainnya yang sudah memasuki kemarau, seperti sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, sebagian kecil Papua Barat juga termasuk dalam zona yang sudah mengalami musim kemarau.
"Sebanyak 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga bulan Maret. Sementara sebagian besar wilayah akan mulai masuk kemarau pada April hingga Juni 2026 mendatang," ujar Teuku Faisal Fathani dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, dalam rilis data yang dikeluarkan pada bulan Maret, BMKG juga memberikan proyeksi mengenai durasi kemarau di berbagai ZOM. Dikutip dari laman resmi BMKG, disebutkan bahwa musim kemarau diprediksi akan berlangsung lebih panjang dari normal di 400 ZOM (57,2%).
Sementara itu, untuk kondisi waktu awal kemarau, terdapat 410 ZOM (58,7%) yang diperkirakan akan mengalami musim kemarau lebih awal dari rata-rata historis. Sebaliknya, hanya 142 ZOM (20,3%) yang diprediksi akan berjalan sesuai dengan kondisi normalnya.
Sebagai gambaran konkret mengenai kondisi panas yang terjadi, tercatat beberapa lokasi mengalami suhu maksimum harian yang tinggi antara 27 April 2026 pukul 07:00 WIB hingga 28 April 2026 pukul 07:00 WIB. Data ini dipublikasikan melalui akun Instagram resmi BMKG.