AUSTIN, JakartaHype.com - Circuit of The Americas selama bertahun-tahun identik dengan satu nama — Marc Marquez. Namun Minggu (29/3/2026) waktu setempat, sirkuit itu resmi berganti tuan. Marco Bezzecchi melaju sendirian dari depan hingga garis finis, mengukir kemenangan kelima beruntunnya dan membuat Aprilia Racing berpesta dengan hasil 1-2 di tanah Amerika. Tidak ada yang bisa menyentuhnya. Tidak juga Marquez di kandangnya sendiri.
Dari Baris Kedua, Langsung Kuasai Balapan
Bezzecchi sebenarnya tidak memulai hari dengan sempurna. Ia dijatuhi penalti dan harus turun dua posisi dari hasil kualifikasi akibat insiden dengan Marc Marquez, sehingga terpaksa start dari baris kedua — bukan dari pole.
Tapi itu tidak mengubah apapun. Di lap pertama, Bezzecchi langsung bergerak agresif dan menerobos ke posisi terdepan setelah bersinggungan dengan Pedro Acosta di tikungan 11. Dari sana, tidak ada satu pun rider yang mampu mengikutinya. Ia memimpin dari lap pertama hingga lap terakhir — lights-to-flag — tanpa kompromi.
Lima Beruntun, Semua Lights-to-Flag
Kemenangan di COTA ini menggenapi lima kemenangan beruntun Bezzecchi yang dimulai sejak Grand Prix Portugal musim lalu, berlanjut ke Valencia, dan kini sudah mencakup tiga seri pembuka musim 2026 — Thailand, Brasil, dan Amerika.
Yang membuat pencapaian ini berbeda dari dominasi rider-rider sebelumnya adalah cara ia melakukannya. Kelima kemenangan beruntun itu semuanya diraih dari posisi terdepan hingga bendera finis tanpa sekalipun tergeser. Sebuah konsistensi yang bahkan belum pernah ada dalam sejarah kelas primer balap motor dunia sebelumnya.
Rider 27 tahun Italia itu sendiri tampak tak percaya dengan apa yang ia raih. "Sungguh sulit mendeskripsikan emosi dan perasaan saya saat ini. Terasa aneh mendengar nama saya disandingkan dengan para legenda — seperti Valentino, seperti Marc. Ini tekanan sekaligus kehormatan yang luar biasa," katanya seusai balapan.
Rekor Lap Terdepan Ikut Tumbang