JAKARTAHYPE.COM - Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memberikan kelonggaran signifikan terkait aturan perjalanan bagi delegasi tim nasional sepak bola Iran menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 mendatang. Kelonggaran ini secara spesifik menyangkut durasi tinggal timnas Iran di wilayah AS.
Kelonggaran tersebut mengizinkan para pemain, termasuk kapten seperti Alireza Jahanbakhsh dan rekan setimnya, untuk memperpanjang masa inap mereka di Amerika Serikat. Hal ini sangat penting untuk proses adaptasi sebelum menghadapi pertandingan krusial.
Namun, perlu dicatat bahwa relaksasi aturan ini memiliki batasan waktu yang jelas, yakni hanya berlaku sebelum pertandingan pembuka mereka. Setelah laga selesai, aturan perjalanan normal akan kembali berlaku bagi timnas Iran.
Dilansir dari AP pada Rabu (24/6/2026), Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) telah mengonfirmasi jadwal pergerakan skuad mereka. Timnas Iran dijadwalkan bertolak dari pusat pelatihan mereka yang berlokasi di Tijuana, Meksiko, menuju Seattle pada hari ini.
Keputusan untuk memanfaatkan fleksibilitas waktu tinggal di AS ini diambil setelah mempertimbangkan kendala logistik yang sebelumnya dihadapi oleh timnas Iran. Sebelumnya, mereka memang lebih banyak memusatkan kegiatan di Meksiko karena pembatasan perjalanan yang ketat di Amerika Serikat.
Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, memberikan keterangan mengenai rencana keberangkatan dan evaluasi situasi yang sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi antara pihak penyelenggara dan federasi terkait.
"Ini sudah menjadi rencana kami," ujar Andrew Giuliani.
Giuliani menambahkan bahwa evaluasi terhadap pergerakan awal ini akan menentukan langkah selanjutnya terkait fleksibilitas jadwal. "Kami akan melihat bagaimana dua perpindahan awal berjalan," kata Andrew Giuliani.
Lebih lanjut, jika fase awal logistik berjalan tanpa hambatan berarti, ada kemungkinan penambahan waktu tinggal. "Jika semuanya lancar, kami akan menambah satu hari lagi dengan mempertimbangkan waktu perjalanan yang lebih panjang," ujar Andrew Giuliani.