JAKARTAHYPE.COM - Fenomena taksi otomatis tanpa sopir atau robotaxi kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan kenyataan yang semakin meluas di Amerika Serikat. Kehadiran teknologi ini menandai pergeseran besar dalam industri transportasi global yang mulai meninggalkan peran manusia di balik kemudi.
Raksasa otomotif milik Elon Musk, Tesla, baru-baru ini memperluas jangkauan layanan robotaxi mereka ke wilayah Dallas dan Houston. Langkah strategis ini memperkuat dominasi kendaraan otonom di negara bagian Texas setelah sebelumnya sukses beroperasi di Austin.
"Robotaxi kini diluncurkan di Dallas & Houston," tulis unggahan resmi perusahaan tersebut, dilansir dari Tech Crunch pada Senin (20/4/2026).
Sebagai bukti keseriusan teknologi ini, Tesla membagikan sebuah video singkat berdurasi 14 detik yang memperlihatkan kecanggihan armadanya. Dalam rekaman tersebut, mobil melaju mulus di jalanan tanpa ada pengawas maupun pengemudi manusia di kursi depan.
Tesla sebenarnya telah memulai debut layanan serupa di Austin sejak tahun lalu dan mulai menawarkan perjalanan tanpa pengemudi sepenuhnya pada awal tahun ini. Dengan ekspansi terbaru tersebut, kini robotaxi Tesla telah resmi beroperasi di tiga kota besar di wilayah Texas.
Selain di Texas, perusahaan besutan Musk ini juga telah beroperasi di kawasan San Francisco Bay Area. Namun, hingga saat ini layanan di wilayah tersebut dilaporkan masih bersifat terbatas dan tetap melibatkan pengemudi manusia sebagai pengawas.
Persaingan semakin memanas karena Waymo, perusahaan di bawah naungan Alphabet, juga melakukan ekspansi besar-besaran di berbagai negara bagian. Waymo kini telah hadir di Dallas, Houston, San Antonio, hingga Orlando untuk melayani kebutuhan transportasi publik.
Tidak hanya itu, Waymo juga memperkuat posisinya dengan menjalin kemitraan strategis bersama Uber untuk membuka layanan di Austin sejak tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem transportasi otonom mulai terintegrasi dengan platform transportasi daring yang sudah ada.
Pemain besar lainnya seperti Zoox milik Amazon, Waabi, dan Nuro juga dikabarkan tengah bersiap meluncurkan layanan robotaxi komersil di Amerika. Fenomena ini tidak hanya terjadi di AS, tetapi juga merambah ke China, Uni Emirat Arab, hingga Singapura melalui kerja sama Grab dan WeRide.