JAKARTAHYPE.COM - Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang telah menimbulkan dampak signifikan yang meluas, tidak hanya terbatas pada masalah pernapasan biasa. Dampak kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama mengingat tingginya konsentrasi polutan yang dilepaskan ke udara.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak, yang dianggap paling berisiko terpapar dampak negatif dari kualitas udara yang memburuk tersebut. Situasi ini menuntut respons cepat dari berbagai pihak terkait.
Dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Cynthia Centauri, SpA(K), Subsp Resp, menjadi salah satu narasumber yang menyoroti kerentanan ini. Beliau menekankan betapa berbahayanya paparan polutan bagi kesehatan publik.
"Tingginya paparan polutan akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak," ujar dr Cynthia Centauri, SpA(K), Subsp Resp.
Dokter Cynthia juga memberikan imbauan tegas mengenai tindakan pencegahan yang harus segera dilakukan oleh warga yang berada di sekitar area terdampak musibah tersebut. Langkah proaktif dinilai sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kesehatan.
Beliau secara spesifik menggarisbawahi bahwa evakuasi harus menjadi prioritas utama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi kebakaran. Hal ini terutama berlaku ketika kualitas udara sudah mencapai tingkat yang membahayakan keselamatan jiwa.
"Warga yang tinggal di sekitar lokasi segera dievakuasi apabila kualitas udara sudah membahayakan kesehatan," kata dr Cynthia Centauri, SpA(K), Subsp Resp.
Lebih lanjut, pakar IDAI tersebut menjelaskan adanya korelasi antara jarak tempat tinggal dengan tingkat keparahan paparan yang diterima oleh individu. Korelasi ini menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan urgensi evakuasi.
"Semakin jauh jarak seseorang dari lokasi kebakaran, umumnya semakin rendah pula paparan polutan yang diterima," tambah dr Cynthia Centauri, SpA(K), Subsp Resp.