JAKARTAHYPE.COM - Sungai Eufrat dan Tigris telah lama diakui sebagai urat nadi lahirnya peradaban manusia awal di kawasan Mesopotamia, yang kini menjadi bagian dari Irak modern. Kawasan subur ini menjadi saksi bisu perkembangan kota-kota kuno legendaris seperti Uruk dan Babilonia.

Kenyataannya hari ini, kedua sungai ikonik tersebut menghadapi ancaman serius terhadap kelangsungan hidupnya. Sumber kehidupan yang pernah menopang peradaban besar itu kini berisiko menyusut drastis, bahkan berpotensi mengering dalam beberapa dekade mendatang.

Beberapa kajian ilmiah bahkan memprediksi bahwa aliran Sungai Eufrat dan Tigris dapat menghilang total sebelum tahun 2040. Fenomena lingkungan yang mengkhawatirkan ini seringkali dikaitkan dengan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengenai tanda-tanda akhir zaman.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kedua sungai tersebut masih menjadi penopang vital bagi jutaan penduduk di kawasan Timur Tengah hingga saat ini. Dampaknya tidak hanya bersifat ekologis tetapi juga sosial dan ekonomi bagi negara-negara sekitarnya.

Secara geografis, Sungai Eufrat membentang melintasi Turki, Suriah, dan Irak sebelum akhirnya bermuara di Teluk Persia. Bersama Sungai Tigris, keduanya membentuk sistem sungai terbesar di wilayah Asia Barat yang terkenal akan kesuburannya.

Sebuah laporan dari Kementerian Sumber Daya Air setempat pada tahun 2021 telah memberikan peringatan keras mengenai potensi pengeringan kedua sungai tersebut. Laporan tersebut mengaitkan penyusutan ini dengan perubahan iklim dan kekeringan yang berkepanjangan, dilansir dari IFL Science, Jumat 3 April 2026.

Data menunjukkan bahwa aliran air di sistem Eufrat dan Tigris telah berkurang hingga mendekati separuh dalam rentang waktu beberapa dekade terakhir saja. "Sebanyak 144 kilometer kubik air tawar telah menghilang dalam kurun waktu 10 tahun, yakni antara tahun 2003 hingga 2013," berdasarkan citra satelit yang tersedia.

Lebih lanjut, ketergantungan masyarakat lokal pada sumber daya air ini sangat tinggi. Disebutkan bahwa sekitar 60 juta orang di Turki dan Irak sangat bergantung pada air dari sistem sungai Eufrat dan Tigris untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Kondisi krisis ini juga mengingatkan pada sabda Rasulullah SAW: "Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya" (HR. Muslim No. 2894).