JAKARTAHYPE.COM - Sebuah terobosan baru dalam dunia keamanan siber telah terungkap, yaitu metode serangan yang dijuluki "BioShocking". Teknik ini dilaporkan mampu mengeksploitasi celah keamanan pada berbagai platform kecerdasan buatan (AI) terkemuka yang saat ini banyak digunakan.

Serangan "BioShocking" ini memiliki kemampuan yang mengkhawatirkan, yaitu memanipulasi agen AI. Hal ini memungkinkan penyerang untuk melakukan pencurian data pengguna yang tersimpan dalam platform-platform tersebut.

Beberapa platform AI terkemuka yang menjadi target serangan ini antara lain ChatGPT Atlas, Comet Perplexity, dan Claude Anthropic. Keberhasilan serangan ini menunjukkan kerentanan yang ada pada sistem AI yang canggih sekalipun.

Perusahaan keamanan siber terkemuka, LayerX, menjadi pihak yang pertama kali melaporkan temuan mengenai metode serangan "BioShocking" ini. Laporan mereka memberikan rincian mengenai bagaimana serangan ini beroperasi.

Cara kerja "BioShocking" berfokus pada teknik yang dikenal sebagai injeksi perintah tidak langsung. Penyerang menyisipkan perintah-perintah berbahaya ke dalam sistem AI tanpa terdeteksi secara langsung.

Metode ini sangat cerdik karena penyerang menyamarkan perintah berbahaya tersebut. Perintah tersebut dibungkus seolah-olah merupakan konten aturan permainan yang terlihat biasa dan tidak mencurigakan bagi pengguna maupun sistem keamanan.

"BioShocking beroperasi melalui teknik injeksi perintah tidak langsung," demikian disampaikan dalam laporan tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa manipulasi terjadi melalui cara yang tidak langsung.

"Metode ini memungkinkan penyerang menyisipkan perintah berbahaya dengan menyamarkannya sebagai konten aturan permainan yang tampak biasa," lanjut kutipan dari laporan tersebut. Hal ini menjelaskan bagaimana perintah jahat bisa lolos dari deteksi.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kewaspadaan dan penguatan protokol keamanan pada pengembangan dan penerapan teknologi kecerdasan buatan.