JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden tak terduga memaksa pesawat penumpang maskapai penerbangan EasyJet untuk mengubah rute penerbangan dan melakukan pendaratan darurat di Roma, Italia. Peristiwa ini menjadi sorotan karena pemicunya diduga kuat berkaitan dengan perangkat elektronik portabel yang dibawa penumpang.

Insiden ini melibatkan penerbangan bernomor kode EZY2618 yang tengah dalam perjalanan menuju London, Inggris. Pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Hurghada, sebuah destinasi wisata populer di tepi Laut Merah, Mesir.

Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, tepatnya tanggal 19 Mei 2026. Meskipun detail kronologis lengkap belum dirinci, waktu kejadian menunjukkan adanya potensi risiko keamanan yang harus segera ditangani oleh awak kabin.

Pesawat tersebut dilaporkan telah mengudara dengan stabil selama kurang lebih tiga setengah jam di ketinggian jelajah yang signifikan. Data penerbangan menunjukkan ketinggian jelajah mencapai sekitar 36.000 kaki atau setara dengan 10.980 meter sebelum keputusan pengalihan rute diambil.

Keputusan untuk mengalihkan penerbangan ke ibu kota Italia tersebut diambil sebagai langkah antisipatif dan pencegahan dini. Alasan utama di balik perubahan rute mendadak ini adalah adanya dugaan mengenai penggunaan atau masalah pada salah satu power bank milik penumpang di dalam kabin.

Dilansir dari sumber terkait, masalah yang timbul dari perangkat baterai lithium ion portabel sering kali memerlukan penanganan segera di darat karena risiko kebakaran yang melekat. Hal ini mendorong kapten pilot untuk mengambil tindakan tegas demi keselamatan seluruh penumpang dan kru.

"Keputusan itu dilakukan gegara dugaan penggunaan power bank," menggarisbawahi inti masalah yang menyebabkan pesawat harus mendarat di luar jadwal seharusnya di Roma, sebagaimana disampaikan oleh pihak terkait.

Setelah melakukan pendaratan di Roma, otoritas bandara dan petugas keamanan segera mengambil alih penanganan situasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap perangkat yang dicurigai tersebut. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut terhadap keselamatan operasional penerbangan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Travel.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.