JAKARTAHYPE.COM - Kontroversi menarik perhatian publik setelah putri bungsu Bill Gates, Phoebe Gates, menjadi sorotan tajam dari kalangan influencer. Kritik ini muncul setelah dugaan upaya penawaran tarif promosi yang lebih rendah untuk startup miliknya, Phia.
Permasalahan ini bermula dari komunikasi langsung yang diklaim terjadi antara pihak Phoebe dengan seorang kreator konten menjelang peluncuran aplikasi tersebut. Hal ini diungkapkan dilansir dari CNBC Indonesia.
Phoebe Gates diketahui merupakan salah satu pendiri Phia, bersama rekannya, Sophia Kianni. Aplikasi inovatif ini dirancang untuk memfasilitasi pengguna dalam mencari penawaran harga terbaik, khususnya dengan membandingkan barang baru dan bekas secara daring.
Startup Phia sendiri telah resmi diluncurkan pada bulan April 2025 dan kini dilaporkan telah mencapai valuasi signifikan sekitar US$262 juta. Valuasi besar ini didukung oleh suntikan dana dari sejumlah investor ternama.
Namun, narasi berubah ketika kreator konten asal California bernama Kacie Margis mengunggah tangkapan layar pesan yang disebutnya berasal dari akun Phoebe Gates. Dalam pesan tersebut, Margis diajak untuk berkolaborasi dengan dalih bahwa Phia masih merupakan startup kecil dengan keterbatasan anggaran operasional.
Margis menanggapi ajakan tersebut sebagai sebuah penawaran diskon, sebab tarif kolaborasinya sudah tercantum secara publik melalui platform Collabstr. Ia mengklaim ditawari kerja sama dengan nilai yang jauh di bawah rate card resminya, yaitu sebesar US$250 untuk satu video promosi berdurasi 30 detik.
Unggahan Margis sontak memicu gelombang reaksi yang terbelah di media sosial. "Sejumlah pengguna menyebut tindakan influencer tidak profesional," ujar pengamat media sosial.
Sementara di sisi lain, banyak yang menilai bahwa tindakan anak seorang miliarder meminta keringanan harga kepada para kreator adalah hal yang tidak pantas dilakukan, seperti yang diungkapkan oleh sebagian pengguna daring.
Margis kemudian memberikan klarifikasi bahwa kritik yang dilakukannya bukanlah serangan yang bersifat personal terhadap Phoebe. "Ia menyebut praktik pendiri startup kaya yang mencoba mendapatkan tenaga promosi murah atau gratis merupakan kejadian yang sering dialami kreator," tegas Margis.