JAKARTAHYPE.COM - Banyak pihak di Indonesia yang belum menyadari bahwa Advanced Micro Devices (AMD) telah menyediakan chip Unit Pemrosesan Grafis (GPU) khusus kecerdasan buatan (AI) yang dapat dimanfaatkan oleh pasar lokal. Informasi ini disampaikan dalam sebuah forum teknologi penting yang diselenggarakan baru-baru ini di ibu kota negara.

Perkembangan ini menandakan bahwa infrastruktur komputasi canggih AMD telah tersedia untuk mendukung revolusi AI di Indonesia. Teknologi semikonduktor yang dimiliki AMD, khususnya lini GPU, seringkali sudah digunakan secara tidak langsung oleh pengguna layanan komputasi awan publik.

Hal ini diungkapkan oleh Brando Lubis, Commercial Lead Indonesia AMD, saat menjadi pembicara kunci dalam acara Tech & Telco Forum 2026. Acara tersebut dilaksanakan di Jakarta pada hari Rabu, 6 Mei 2026, dan menjadi sorotan industri teknologi.

Brando Lubis menekankan pentingnya kesadaran akan ketersediaan teknologi ini bagi ekosistem digital Indonesia. Ia menyoroti bahwa perusahaan teknologi global terkemuka telah mempercayai kapabilitas produk AMD untuk pengembangan AI mutakhir mereka.

"OpenAI yang mengadopsi teknologi kita dan produk-produk seperti client device, sampai di level device itu sendiri itu juga kita kembangkan," ujar Brando Lubis, menggarisbawahi adopsi luas teknologi AMD.

Menurutnya, implementasi chip GPU AI ini merupakan komponen krusial bagi Indonesia untuk dapat bersaing secara efektif dalam kancah pengembangan teknologi kecerdasan buatan global. Langkah ini perlu menjadi prioritas bagi para pelaku industri.

Brando Lubis menjelaskan bahwa saat ini, pasar Indonesia masih berada pada tahap awal atau stage 2 dalam kurva pengembangan AI. Hal ini menunjukkan adanya potensi pasar yang sangat besar untuk terus berkembang menuju level kematangan teknologi tertinggi, yaitu level 5.

"Kita optimis, artinya market Indonesia masih di level entry, market-nya masih besar sekali," pungkas Brando Lubis, menutup paparannya dengan optimisme terhadap masa depan AI di Tanah Air.

Dilansir dari CNBC Indonesia, pengakuan ini memberikan sinyal positif bahwa sumber daya perangkat keras yang dibutuhkan untuk transformasi digital dan AI sudah dapat diakses oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.