JAKARTAHYPE.COM - Menjelang perayaan Iduladha 2026, umat Muslim diimbau untuk mempersiapkan diri secara spiritual dengan memperbanyak amalan sunah. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam kalender Hijriah adalah melaksanakan serangkaian puasa sunah selama bulan Dzulhijjah.
Terdapat tiga jenis puasa sunah spesifik yang dianjurkan untuk dilaksanakan sebelum Hari Raya Iduladha tiba. Pelaksanaan puasa ini tidak hanya bertujuan menambah timbangan pahala, tetapi juga dipercaya dapat memperkuat fondasi keimanan seorang hamba.
Amalan-amalan puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar apabila dijalankan dengan ketulusan hati karena Allah SWT. Dilansir dari Baznas, keutamaan ini patut menjadi motivasi utama bagi setiap Muslim yang ingin memaksimalkan ibadah di bulan mulia ini.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Puasa sunah pertama adalah puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, terhitung mulai tanggal 1 hingga tanggal 7 Dzulhijjah. Periode ini merupakan waktu emas untuk melipatgandakan segala bentuk amal kebaikan yang dilakukan.
Keagungan periode ini ditekankan dalam sebuah pernyataan yang menyebutkan, "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah)," ujar sumber dari Baznas.
Oleh karena itu, nilai ibadah seperti berpuasa pada hari-hari awal Dzulhijjah ini menjadi sangat tinggi di sisi Allah SWT. Bagi yang berniat melaksanakannya, lafal niat yang dapat dibaca adalah Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta ala.
Puasa sunah kedua yang dianjurkan adalah Puasa Tarwiyah, yang dilaksanakan tepat pada tanggal 8 Dzulhijjah. Meskipun tidak sepopuler Puasa Arafah, puasa Tarwiyah ini tetap memiliki keutamaan spiritual yang signifikan bagi yang melaksanakannya.
Besarnya keutamaan Puasa Tarwiyah dijelaskan melalui perbandingan pahala, "Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun," kata salah satu rujukan ibadah.
Niat khusus untuk melaksanakan puasa ini adalah Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala, sebagai penegasan niat sebelum memulai ibadah puasa di hari tersebut.