JAKARTAHYPE.COM - Perjuangan hukum yang tidak biasa kini tengah dilakukan oleh aktris asal Kanada, Claire Brosseau (49 tahun), yang mengajukan permohonan ke Pengadilan Tinggi Ontario untuk mendapatkan izin menjalani prosedur eutanasia atau suntik mati. Keputusan ini diambil meskipun Brosseau secara fisik dinyatakan sehat dan tidak mengidap penyakit mematikan yang menjadi syarat utama dalam regulasi yang berlaku.
Keputusan drastis ini didasari oleh penderitaan jangka panjang akibat gangguan kesehatan mental parah yang dialaminya selama bertahun-tahun. Brosseau diketahui menderita gangguan bipolar disorder yang disertai dengan gejala PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) yang sangat mengganggu kualitas hidupnya.
Akibat kondisi mentalnya, wanita yang pernah beradu akting dengan James Franco ini mengaku sering kali terkurung di rumahnya sendiri dalam waktu berbulan-bulan lamanya. Ia mengungkapkan betapa beratnya menjalani hari demi hari dengan beban mental tersebut.
Keanu Reeves Blak-blakan Soal Hubungan 7 Tahun dengan Alexandra Grant: "Dia Mudah Dicintai"
Di hadapan publik di luar Pengadilan Tinggi Ontario, Brosseau menyatakan keputusasaannya akibat kondisi yang tak tertahankan tersebut. "Setiap pagi saya bangun, saya tidak yakin bisa melewati hari itu," ujar Brosseau, seperti dikutip dari Mirror.
Ia memutuskan menempuh jalur hukum untuk mengakhiri hidupnya karena berbagai upaya bunuh diri sebelumnya selalu berakhir gagal. Upaya-upaya tersebut termasuk percobaan overdosis obat, melukai diri sendiri di pergelangan tangan, hingga sengaja mengonsumsi kacang meskipun ia memiliki alergi yang sangat berat.
Ironisnya, Brosseau mengaku memiliki kehidupan yang tampak berkecukupan dan penuh kebahagiaan secara materiil. Ia menegaskan bahwa ia dikelilingi oleh keluarga yang penuh kasih, memiliki teman-teman dekat, bahkan ditemani oleh anjing kesayangannya.
Namun, semua kenyamanan duniawi tersebut rupanya tidak mampu meringankan penderitaan psikologis yang terus ia rasakan setiap saat. "Saya punya begitu banyak hal baik dalam hidup, tetapi penderitaan ini tidak pernah berhenti," ungkapnya.
Michael Fenrick, pengacara yang mendampingi Brosseau, menggarisbawahi keunikan kasus ini dalam konteks hukum yang ada. "Ini memang langkah hukum yang luar biasa, tetapi kondisi Claire juga luar biasa," katanya.
Keputusan Brosseau untuk mencari akses eutanasia ini awalnya mendapat penolakan keras dari pihak keluarga terdekatnya. Saudara perempuannya, Melissa Morris, mengaku sempat merasakan kemarahan saat pertama kali mendengar keinginan tersebut.