JAKARTAHYPE.COM - Membersihkan rumah, yang kerap dianggap sebagai tugas rumah tangga biasa, ternyata dapat berkontribusi pada pergerakan tubuh. Namun, pertanyaan mendasar muncul: apakah semua aktivitas ini dapat dikategorikan sebagai olahraga yang memberikan manfaat kebugaran?
Menurut praktisi kebugaran medis, dr. Anita Suryani, SpKO, tidak semua aktivitas fisik otomatis tergolong sebagai olahraga. Terdapat kriteria spesifik yang harus dipenuhi agar sebuah kegiatan memberikan dampak positif bagi kebugaran tubuh secara keseluruhan.
"Kalau membersihkan rumahnya sesuai dengan resep, ya termasuk dong," ujar dr. Anita Suryani kepada detikcom beberapa waktu lalu, merujuk pada kondisi tertentu agar aktivitas rumah tangga bisa dikategorikan sebagai olahraga.
Beliau menjelaskan bahwa aktivitas di rumah bisa dikategorikan sebagai "snack exercise" atau sesi latihan fisik singkat. Hal ini sangat bergantung pada dosis dan intensitas pelaksanaannya.
Jika dosis aktivitas tersebut terlalu rendah, manfaatnya bagi kebugaran tubuh mungkin tidak akan signifikan. Durasi menjadi salah satu faktor penentu utama dalam hal ini.
Aktivitas seperti mengepel lantai atau menyetrika pakaian, menurut dr. Anita, bisa mendekati kategori olahraga jika dilakukan secara kontinu selama minimal 30 menit tanpa jeda istirahat yang lama.
"Membersihkan rumah nih, berarti kan 30 menit. Bisa nggak dia ngepel 30 menit nggak berhenti? Nyetrika 30 menit begitu," dr. Anita menekankan pentingnya durasi kontinu.
Dalam praktiknya, banyak kegiatan rumah tangga yang dilakukan secara sporadis atau terputus-putus. Kondisi ini menyebabkan dosis aktivitas fisik yang dikeluarkan belum mencukupi untuk dikategorikan sebagai latihan fisik yang efektif.
"Itu namanya masih NEPA, Non-Exercise Physical Activity," kata dr. Anita, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut belum memenuhi standar kebugaran.