JAKARTAHYPE.COM - AC Milan saat ini tengah aktif mencari penyerang tengah berkualitas nomor sembilan untuk memperkuat lini depan mereka. Prioritas klub tersebut adalah menemukan mitra ideal bagi pelatih baru mereka, Paulo Fonseca, yang santer dikabarkan akan segera diresmikan.

Di sisi lain, striker asal Uruguay, Darwin Nunez, dikabarkan memiliki keinginan kuat untuk meninggalkan klubnya saat ini, Al-Hilal. Keinginan pemain tersebut adalah untuk kembali merumput di kompetisi Eropa setelah sempat menimba ilmu di Liga Pro Saudi.

Namun, upaya untuk mewujudkan transfer ini masih menghadapi tantangan yang sangat signifikan. Hambatan utama dalam negosiasi transfer ini terletak pada besaran kompensasi finansial yang diterima Nunez saat ini.

Fakta yang sudah pasti adalah bahwa keinginan Milan untuk mendapatkan penyerang top berbenturan dengan aspirasi Nunez untuk pindah dari Arab Saudi. Pertanyaan besarnya adalah apakah kedua hasrat ini akan cukup untuk menghasilkan sebuah kesepakatan konkret di bursa transfer.

Darwin Nunez sebelumnya dibujuk untuk meninggalkan Liverpool dan terbang menuju Arab Saudi dengan tawaran kontrak yang sangat menggiurkan. Tawaran tersebut datang dari Al-Hilal, klub yang dikenal memiliki kekuatan finansial yang besar.

Kontrak yang ditawarkan oleh Al-Hilal kepada Nunez mencapai angka fantastis, yakni sebesar 400.000 poundsterling per minggu. Jumlah gaji ini menjadi patokan yang sulit dijangkau oleh banyak klub Eropa, termasuk klub sebesar Milan.

Sebenarnya, AC Milan sempat memasukkan nama Darwin Nunez dalam radar incaran mereka pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Akan tetapi, upaya mereka pada saat itu gagal total karena tidak mampu bersaing dengan kekuatan finansial klub Arab yang sangat kaya tersebut.

Kini, situasinya sedikit berubah setelah dua belas bulan berlalu. Pemain asal Uruguay tersebut dikabarkan sudah menunjukkan sinyal positif dan tampaknya bersedia untuk mengambil langkah mundur terkait tuntutan finansialnya demi kembali ke Eropa.

Dikutip dari sumber berita terkait, "Milan menginginkan penyerang nomor 9 yang hebat untuk dipasangkan dengan Amorim, dan Nunez ingin hengkang dari Al-Hilal." Hal ini menggarisbawahi posisi kedua belah pihak yang saling membutuhkan.