JAKARTAHYPE.COM - Polisi telah memindahkan total 321 warga negara asing (WNA) yang diamankan terkait pengungkapan kasus perjudian online jaringan internasional di wilayah Jakarta Barat. Pemindahan ini dilakukan pada hari Minggu, 10 Mei 2026, untuk memastikan proses pemeriksaan lebih lanjut dapat berjalan secara efektif.

Keputusan pemindahan ini merupakan bagian dari upaya koordinasi lintas instansi yang dilakukan oleh pihak berwenang dalam menangani perkara kompleks ini. Langkah ini diambil setelah penangkapan massal yang dilakukan oleh Bareskrim Polri beberapa waktu sebelumnya.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, memberikan keterangan mengenai distribusi ratusan WNA tersebut kepada media. Proses ini menunjukkan adanya sinkronisasi antara aparat penegak hukum dan instansi imigrasi.

Rincian distribusi menunjukkan bahwa sebanyak 150 orang WNA dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) yang telah ditetapkan. Lokasi ini dipilih untuk menampung sebagian besar dari mereka selama proses investigasi berlangsung.

Sementara itu, 150 WNA lainnya diarahkan untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Imigrasi Pusat. Sisanya, yaitu 21 orang, ditempatkan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat untuk proses administrasi dan pendalaman kasus.

"Pemindahan dilakukan sebagai bagian dari proses pendalaman dan koordinasi lintas instansi dalam penanganan perkara tersebut," ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antarlembaga.

Sebelumnya, Bareskrim Polri berhasil mengungkap praktik perjudian online berskala internasional yang beroperasi di Jakarta Barat. Dalam pengungkapan ini, total 321 WNA dari berbagai negara berhasil diamankan saat sedang menjalankan aktivitas ilegal tersebut.

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari penegakan hukum yang dilakukan secara terintegrasi. "Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang dilakukan secara simultan dan terintegrasi bersama stakeholder terkait," kata beliau.

Dikutip dari [Nama Media], perpindahan ini menegaskan komitmen aparat untuk menuntaskan jaringan kejahatan siber lintas negara yang ternyata beroperasi di ibu kota. Proses ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai struktur jaringan perjudian tersebut.