JAKARTA, JakartaHype.comgXiaomi mengumumkan langkah signifikan dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam perangkat keras rumah tangga konvensional. Menurut Presiden Xiaomi, Lu Weibing, keterlambatan pendinginan yang sering dialami pada pendingin ruangan (AC) tradisional umumnya bukan disebabkan oleh cacat perangkat keras, melainkan karena keterbatasan perangkat lunak.

AC konvensional beroperasi berdasarkan kurva pendinginan tetap, yang berarti tingkat pendinginan yang dihasilkan selalu sama tanpa mempertimbangkan kondisi aktual ruangan atau durasi keberadaan pengguna. Untuk mengatasi hal ini, Xiaomi memperkenalkan lini produk baru yang memanfaatkan AI terpasang pada perangkat (on-device AI) untuk mengelola pengaturannya secara mandiri.

AC Pintar Adaptif dengan Chip AI

Dikutip dari Gizmochina, produk perdana dalam pembaruan lini ini adalah Mijia Air Conditioner Strong Wind Pro. Alih-alih hanya mengandalkan input suhu manual, unit ini dilengkapi dengan chip AI internal yang terhubung dengan model berbasis cloud. Tujuannya adalah mempelajari pola penggunaan spesifik dan lingkungan rumah tangga penggunanya.

Penerapan praktis teknologi ini berfokus pada keseimbangan antara efisiensi energi dan kenyamanan. Sebagai contoh, sistem dirancang untuk mengenali saat pengguna baru tiba di rumah dan secara sementara meningkatkan daya pendinginan untuk menurunkan suhu dengan cepat. Selanjutnya, saat waktu tidur tiba, sistem dapat secara otomatis mengurangi output agar beroperasi lebih senyap dan menghemat konsumsi listrik. Tujuannya adalah menciptakan perangkat yang menyesuaikan diri berdasarkan konteks, bukan hanya menunggu perintah manual dari remote control.

AI pada Robot Pembersih Lantai

Xiaomi juga menerapkan konsep serupa pada pembersihan lantai melalui Mijia Robot Vacuum Mop 6 Max yang baru. Meskipun penghindaran rintangan dasar sudah menjadi fitur standar pada sebagian besar penyedot debu robot modern, perangkat tersebut sering kali kesulitan menghadapi tata letak ruangan yang kompleks, yang mengakibatkan area yang terlewatkan.

Langkah strategis ini sejalan dengan komitmen korporat Xiaomi untuk menginvestasikan lebih dari $9 miliar dalam penelitian AI selama tiga tahun ke depan. Berbeda dengan fokus industri teknologi yang belakangan ini condong pada teks generatif dan chatbot, Xiaomi memilih jalur yang lebih membumi dengan mengintegrasikan AI langsung ke dalam perangkat keras rumah tangga standar.

Pendekatan ini menggunakan machine learning untuk menangani penyesuaian dasar di balik layar, seperti memastikan ruang tamu sudah sejuk saat pengguna masuk dan menghindari pemborosan daya saat pengguna sedang tidur, alih-alih sekadar menambahkan asisten suara percakapan ke setiap perangkat.