JAKARTA, JakartaHype.com – Kawasan Cikini di Jakarta Pusat menawarkan alternatif liburan akhir pekan yang santai, hemat biaya, dan kaya akan spot estetik. Berbeda dengan citra kawasan lain di ibu kota, Cikini menyajikan kombinasi unik antara warisan sejarah, seni kontemporer, kuliner legendaris, dan ruang kreatif yang semuanya dapat diakses dengan berjalan kaki.
Kawasan yang relatif ringkas ini memungkinkan pengunjung menjelajahi berbagai destinasi menarik dalam satu hari tanpa perlu berpindah kendaraan. Berikut adalah panduan eksplorasi Cikini dari pagi hingga malam hari.
Memulai Perjalanan dari Stasiun Cikini
Petualangan di Cikini idealnya dimulai dari Stasiun Cikini. Menggunakan moda transportasi publik seperti KRL menjadi pilihan praktis dan bebas macet. Bagi komuter dari arah Bogor, Depok, atau Pasar Minggu, cukup turun di Stasiun Cikini dengan kereta menuju Jakarta Kota, atau sebaliknya.
Setibanya di stasiun dengan arsitektur ikonik berwarna kuning, pengunjung dapat langsung mencicipi jajanan kaki lima legendaris, seperti Siomay Cikini. Bagi pencinta kopi, The Banyan Nook - Coffee & Eatery dapat menjadi pilihan untuk menikmati minuman sebelum memulai eksplorasi.
Menikmati Keindahan Seni di ROH Project
Setelah sarapan ringan, destinasi seni dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju ROH Project di Jalan Surabaya. Galeri seni kontemporer ini dikenal sebagai salah satu favorit komunitas seni dan pemburu foto estetik. Walaupun tampak sederhana dari luar, interior galeri menawarkan suasana tenang dan hangat untuk mengapresiasi karya seni kontemporer yang dipamerkan. Pengunjung diimbau datang pada hari Rabu hingga Minggu, pukul 13.00 hingga 19.00 WIB.
Berburu Barang Antik di Pasar Antik Jalan Surabaya
Hanya berjarak lima menit berjalan kaki dari ROH Project, Pasar Antik Jalan Surabaya menyajikan nuansa berbeda. Kawasan ini merupakan surga bagi kolektor barang vintage dan bersejarah. Deretan toko memamerkan beragam koleksi, mulai dari keramik klasik, guci, patung artistik, hingga perabotan retro seperti mesin tik jadul dan piringan hitam. Aktivitas window shopping di sini menawarkan pengalaman menjelajahi jejak masa lalu Jakarta.