JAKARTAHYPE.COM - Banyak masyarakat di Jakarta maupun kota lainnya yang mungkin tidak menyadari bahwa perangkat elektronik yang tetap menempel di stopkontak masih mengonsumsi daya. Fenomena ini tetap terjadi meskipun perangkat tersebut sudah dimatikan atau sedang tidak digunakan oleh penghuni rumah.

Kondisi teknis ini sering disebut sebagai standby power, di mana aliran listrik tetap terserap secara pasif. Kebiasaan membiarkan kabel tetap terhubung ini tanpa disadari dapat memberikan beban tambahan pada tagihan listrik bulanan Anda.

Dikutip dari CNBC Indonesia, temuan dari US Department of Energy (DOE) mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan terkait pemborosan energi ini. Data tersebut menunjukkan bahwa rata-rata 10 persen dari tagihan listrik rumah tangga berasal dari perangkat dalam keadaan standby yang dibiarkan terhubung.

Mode standby sendiri sebenarnya merupakan fitur bawaan pada perangkat elektronik modern agar mesin bisa lebih cepat digunakan kembali saat dinyalakan. Namun, fitur ini membutuhkan aliran listrik yang konstan meskipun fungsi utama perangkat tersebut telah dinonaktifkan secara manual.

Meskipun jumlah konsumsi listrik tiap perangkat terlihat sangat kecil, akumulasi penggunaannya dalam jangka waktu lama akan berdampak besar. Hal ini menjadi perhatian serius bagi efisiensi energi di tingkat rumah tangga maupun global.

"Standby power terlihat kecil, tapi jika dihitung selama 24 jam sehari dan dikalikan jumlah perangkat di rumah, hasilnya signifikan," tulis Berkeley Lab dalam risetnya.

Untuk mengatasi pemborosan ini, terdapat beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan guna menghemat pengeluaran listrik. Salah satunya adalah dengan menggunakan power strip yang dilengkapi saklar sehingga aliran listrik bisa diputus sekaligus dengan satu tombol.

Langkah berikutnya adalah memanfaatkan teknologi smart plug atau timer otomatis, terutama untuk perangkat yang sering menyala lama seperti router WiFi atau mesin kopi. Pengaturan waktu ini membantu membatasi konsumsi daya pada jam-jam tertentu saat perangkat tidak dibutuhkan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk membiasakan diri mencabut kabel pengisi daya atau charger segera setelah proses pengisian baterai selesai. Kebiasaan sederhana ini dianggap sangat efektif dalam menekan angka kebocoran energi listrik di rumah.