JAKARTAHYPE.COM - Sindikat kejahatan siber terkemuka, khususnya yang beroperasi di ranah judi online, dilaporkan telah mengembangkan taktik baru yang sangat mengkhawatirkan. Modus operandi terbaru ini secara spesifik menargetkan kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi.

Para pelaku kejahatan ini kini berupaya merekrut individu dari kalangan kurang mampu, termasuk para petani. Mereka dijanjikan imbalan finansial yang cukup menggiurkan sebagai insentif.

Tujuan utama dari rekrutmen ini adalah meminta para warga tersebut untuk membuka rekening bank atas nama pribadi mereka. Rekening-rekening inilah yang kemudian akan disalahgunakan.

Rekening-rekening bank yang dibuka oleh para petani ini akan dijadikan sebagai alat utama untuk menampung berbagai transaksi keuangan yang bersifat ilegal. Hal ini merupakan inti dari modus operandi baru yang dijalankan.

Metode yang digunakan oleh sindikat ini tergolong sangat licik. Mereka memanfaatkan kebutuhan ekonomi para calon peserta untuk menarik mereka ke dalam jaringan ilegal.

Imbalan finansial yang ditawarkan memang terbilang cukup menggiurkan bagi sebagian orang yang membutuhkan. Hal ini menjadi daya tarik utama yang digunakan oleh sindikat untuk memuluskan aksinya.

"Sindikat kejahatan siber, khususnya yang bergerak di bidang judi online, dilaporkan telah mengembangkan modus operandi baru yang menyasar kelompok rentan dalam masyarakat," demikian tulis tren.bisnismarket.com.

Lebih lanjut, sumber berita tersebut menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan ini "memanfaatkan warga, terutama yang berasal dari kalangan kurang mampu, untuk membuka rekening bank."

"Rekening-rekening inilah yang kemudian digunakan sebagai sarana penampung transaksi keuangan ilegal," terang sumber berita tersebut. Mereka menambahkan bahwa "modus ini terbilang cukup licik karena menawarkan imbalan finansial yang menggiurkan bagi para pesertanya."