Jakarta, JakartaHype.com - Para pengguna perangkat Android kini diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat mengunduh aplikasi layanan hiburan. Sebuah ancaman keamanan siber baru bernama malware "Massiv" ditemukan tengah menyebar luas dengan modus penyamaran sebagai aplikasi Internet Protocol Television (IPTV).

Temuan yang diungkap oleh perusahaan keamanan siber ThreatFabric ini menyoroti skala serangan yang signifikan, terutama menyasar pengguna di wilayah Eropa dengan Portugal sebagai target utama. Namun, para ahli memperingatkan bahwa potensi penyebaran ke wilayah global, termasuk Asia, tetap terbuka lebar.

Modus Operandi: Pencurian Data di Balik Layar

Berdasarkan laporan resmi dari ThreatFabric yang dikutip pada Selasa (24/2/2026), malware Massiv menggunakan strategi yang sangat licin. Aplikasi IPTV palsu ini dirancang agar terlihat tidak berbahaya saat pertama kali diunduh. Pelaku bahkan membuat salinan situs web IPTV asli sebagai distraksi untuk meyakinkan korban.

Namun, begitu terinstal, aplikasi tersebut tidak memberikan layanan streaming apa pun. Sebaliknya, Massiv bekerja secara diam-diam di latar belakang untuk:

Membaca Input Layar: Menggunakan teknik overlay dan keylogging untuk mencuri kata sandi serta informasi perbankan sensitif.

Melampaui Sistem Keamanan: Malware ini mampu melewati proteksi bawaan aplikasi finansial yang biasanya mencegah pengambilan tangkapan layar (screenshot) atau perekaman konten.

Kendali Jarak Jauh: Peneliti menemukan bahwa Massiv memberikan akses Remote Access Trojan (RAT) kepada peretas, memungkinkan mereka mengendalikan perangkat korban sepenuhnya dari jauh.

Risiko Pencucian Uang dan Pencurian Identitas