JAKARTAHYPE.COM - Sensasi kesemutan atau yang sering disebut paresthesia umumnya muncul setelah seseorang terlalu lama mempertahankan posisi duduk tertentu, dan biasanya kondisi ini tidak berbahaya. Namun, gejala yang muncul terus-menerus atau disertai sensasi terbakar patut mendapat perhatian lebih serius.
Mati rasa yang menyertai kesemutan dapat menyebar ke area tubuh lain, bahkan disertai kelemahan pada anggota gerak, yang menunjukkan adanya potensi masalah pada jalur komunikasi tubuh. Sistem saraf memiliki mekanisme yang sangat canggih dalam mengirimkan sinyal ketika terjadi suatu disfungsi atau gangguan pada jaringannya.
Oleh karena itu, gejala seperti kesemutan yang persisten, rasa terbakar, atau mati rasa yang tidak hilang dalam waktu singkat tidak boleh dianggap remeh atau diabaikan begitu saja oleh individu yang mengalaminya.
Sistem saraf pusat dan perifer berfungsi layaknya jaringan komunikasi listrik raksasa di dalam tubuh manusia, di mana setiap gerakan, sentuhan, hingga respons sensorik sangat bergantung pada aliran pesan listrik yang lancar.
Dilansir dari Times of India, ketika jalur komunikasi listrik ini mengalami gangguan, kerusakan, atau tekanan, hal tersebut dapat memicu munculnya sensasi fisik yang tidak biasa dirasakan oleh tubuh.
"Sensasi-sensasi ini terkait dengan sistem saraf, yang bertindak sebagai saluran komunikasi tubuh kita. Jika saraf, tulang belakang, atau otak terluka karena penyakit atau penyebab eksternal lainnya, sinyal listrik abnormal bisa dikirim ke anggota tubuh yang menyebabkan timbulnya kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau sensasi seperti tersengat listrik," jelas Dr. Nasli Icchaporia, Direktur Neurologi di Rumah Sakit Spesialis Sahyadri, Nagar Road.
Analogi sederhananya adalah seperti kabel listrik yang mengalami kerusakan; alih-alih menghantarkan daya secara mulus, kabel tersebut justru mengeluarkan percikan api yang mengganggu fungsi normalnya. Saraf dalam tubuh juga dapat menunjukkan perilaku serupa ketika mengalami disfungsi.
Kondisi gangguan sinyal ini dapat bermanifestasi sebagai kesemutan, mati rasa, hingga sensasi seperti tersengat listrik yang menyengat, dan meskipun terkadang gejalanya singkat, pada kasus lain hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah neurologis yang memerlukan penanganan intensif.
Salah satu penyebab umum yang menimbulkan gejala kesemutan dan nyeri terbakar secara berkelanjutan adalah neuropati perifer, yaitu kondisi medis spesifik yang ditandai dengan kerusakan pada saraf-saraf tepi tubuh.