JAKARTAHYPE.COM - Layanan telekomunikasi pascabayar sering kali dianggap sebagai solusi praktis bagi pengguna yang enggan repot mengisi pulsa secara berkala. Melalui sistem ini, pelanggan tetap dapat menikmati akses komunikasi tanpa takut terputus di tengah jalan, meski risiko tagihan membengkak tetap mengintai.
Nasib malang menimpa Linda Vincent, seorang wanita berusia 70 tahun asal Westport, Connecticut, Amerika Serikat. Ia dilaporkan hampir pingsan saat melihat tagihan layanan Verizon miliknya mencapai angka fantastis, yakni US$9.000 atau setara Rp153 juta.
Kejadian ini bermula saat Vincent menjalani perawatan selama berminggu-minggu di sebuah fasilitas rehabilitasi. Tanpa menyadari risiko penggunaan data seluler, ia menghabiskan waktu dengan menonton video, bermain game, serta aktif di berbagai media sosial melalui ponselnya.
Vincent diketahui masih menggunakan paket data lama yang memiliki batasan pemakaian ketat hanya sebesar 4GB per bulan. Karena tidak menggunakan fasilitas Wi-Fi yang tersedia, konsumsi data selulernya melonjak tajam melampaui batas kuota yang ia miliki.
"Aktivitas digital yang intens tersebut sangat cepat menguras kuota data, sehingga batasan 4GB yang dimiliki Vincent tidak lagi mencukupi," dilansir dari Phone Arena pada Rabu (15/4/2026).
Masalah utama muncul karena paket data lawas milik Vincent tidak memiliki fitur penurunan kecepatan otomatis seperti paket unlimited modern. Sebaliknya, kelebihan pemakaian pada paket lama justru dikenakan tarif tambahan yang sangat mahal untuk setiap akses data yang digunakan.
"Saya merasa tidak pernah mendapatkan peringatan apa pun mengenai status paket lama tersebut maupun dampak yang akan terjadi jika kuota terlampaui," ujar Linda Vincent.
Pihak operator seluler biasanya akan mengirimkan notifikasi kepada pelanggan jika pemakaian data sudah mendekati ambang batas maksimal. Namun, dalam kasus ini, sang nenek mengklaim bahwa dirinya sama sekali tidak menerima pemberitahuan resmi dari pihak penyedia layanan.
"Pihak perusahaan saat ini sedang berkoordinasi secara intensif dengan nasabah yang bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan tagihan tersebut," kata perwakilan Verizon kepada NBC.