JAKARTAHYPE.COM - Penyakit ginjal kronis (PGK) seringkali dijuluki sebagai pembunuh senyap atau silent killer dalam dunia kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena perkembangannya seringkali tanpa disadari oleh penderitanya.
Khususnya bagi individu yang telah didiagnosis menderita diabetes maupun tekanan darah tinggi atau hipertensi, kerusakan pada organ penyaring ini kerap terjadi secara bertahap. Perkembangan kerusakan ini seringkali datang tanpa memberikan sinyal peringatan medis yang mencolok atau dramatis.
Banyak pasien yang cenderung mengabaikan potensi masalah kesehatan ginjal karena pada fase awal, mereka tidak merasakan adanya nyeri signifikan di area tubuh mana pun. Padahal, tanpa disadari, kondisi ini terus merusak fungsi organ vital tersebut.
Kadar gula darah yang tinggi dan tekanan darah yang tidak terkontrol secara konsisten merupakan dua faktor utama yang secara perlahan mengikis dan merusak saringan-saringan halus di dalam ginjal. Proses kerusakan ini berlangsung senyap selama periode waktu yang panjang.
Menurut data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), secara global, diabetes dan hipertensi tetap menjadi penyebab utama yang mendominasi kasus gagal ginjal. Kedua kondisi metabolik ini menjadi biang keladi utama.
Dilansir dari sumber berita, disebutkan bahwa penyakit ginjal kronis dijuluki sebagai pembunuh senyap karena seringkali gejalanya tidak terdeteksi dini. Hal ini menyebabkan banyak orang terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.
Lebih lanjut, mengenai mekanisme kerusakan, disampaikan bahwa "Kadar gula darah dan tekanan darah yang tidak terkontrol secara perlahan mengikis dan merusak saringan halus di dalam ginjal," menggarisbawahi bahaya dari penyakit kronis yang dibiarkan.
Fakta epidemiologis juga diperkuat dengan penegasan bahwa, "Diabetes dan hipertensi masih mendominasi sebagai biang kerok utama kasus gagal ginjal di seluruh dunia," sebagaimana dicatat oleh National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).
Kondisi umum seperti rasa lelah yang dirasakan banyak orang seringkali disalahartikan sebagai kelelahan biasa, padahal ini bisa menjadi indikasi awal bahwa ginjal mulai mengalami penurunan fungsi yang serius.