JAKARTAHYPE.COM - Kesehatan skin barrier adalah kunci utama untuk mendapatkan kulit yang tampak cerah dan bercahaya alami. Ketika lapisan pelindung kulit ini berfungsi optimal dan terhidrasi dengan baik, pantulan cahaya pada permukaan kulit akan terlihat sempurna.

Banyak tindakan yang sering dilakukan sehari-hari dianggap lumrah, namun ternyata justru berpotensi merusak lapisan pelindung kulit ini. Salah satu indikator bahwa skin barrier mulai terganggu adalah ketika kulit terasa sangat kesat atau tertarik setelah proses pembersihan.

Tanda-tanda kerusakan skin barrier tidak hanya berhenti pada rasa kesat setelah mencuci wajah. Gejala lain yang patut diwaspadai meliputi munculnya rasa perih saat mengaplikasikan produk perawatan kulit, kulit menjadi mudah kemerahan, hingga tekstur yang terasa kering dan bersisik.

Kondisi kulit yang menunjukkan gejala tersebut terjadi karena kulit mengalami kehilangan hidrasi dan kelembapan esensial secara berlebihan. Hal ini seringkali dipicu oleh penggunaan produk pembersih yang tidak sesuai dengan kebutuhan kulit.

"Ini biasanya karena pemilihan cleanser yang kurang tepat sehingga kelembapan kulit jadi ikut 'diambil' oleh cleanser itu tadi," ujar Delfianti Pratiwi, seorang skincare scientist dari Paragon, saat diwawancarai dalam acara peluncuran produk di Jakarta International Convention Center (JICC) baru-baru ini.

Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan adalah mencuci muka lebih dari tiga kali dalam sehari, di mana setiap kali merasa sedikit kotor, wajah langsung dibersihkan. Para ahli dermatologi sepakat bahwa kebiasaan ini sangat tidak dianjurkan karena mengganggu keseimbangan alami kulit.

Dermatolog menyarankan bahwa frekuensi mencuci wajah menggunakan sabun sebaiknya dibatasi maksimal dua kali sehari, yakni sekali pada pagi hari dan sekali lagi sebelum tidur malam. Hal ini penting untuk mencegah overcleansing yang mengikis minyak alami kulit.

Selain frekuensi, jenis produk pembersih yang digunakan juga krusial; produk cleanser yang memiliki formula terlalu keras untuk kulit harus dihindari sepenuhnya. Penting sekali untuk mengenali jenis dan kebutuhan spesifik kulit sebelum memutuskan membeli produk perawatan apa pun.

"Menurutnya, jika kedua hal tersebut sudah dipahami, memilih skincare hingga make up yang cocok akan menjadi lebih mudah tanpa risiko mengganggu skin barrier," Delfianti Pratiwi menjelaskan mengenai pentingnya pemahaman dasar kulit.