Jakarta, JakartaHype.com - Indonesia kini berada di ambang pergantian musim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan terbaru yang menunjukkan bahwa meskipun hujan lebat masih mengguyur sejumlah titik, Indonesia secara perlahan mulai memasuki periode musim kemarau pada awal April 2026.
Dominasi Angin Timuran Mulai Terasa
Indikasi kuat beralihnya musim terlihat dari menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Nusantara. Analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah, menandakan fase transisi telah dimulai.
Meski demikian, BMKG mencatat sisa-sisa hujan ekstrem masih terjadi di akhir Maret, dengan curah tertinggi terpantau di Papua Selatan (140 mm/hari) dan Sumatera Utara (105,2 mm/hari).
Potensi Cuaca Sepekan ke Depan (1–6 April 2026)
Memasuki pekan pertama April, cuaca di Indonesia diprediksi akan didominasi oleh hujan intensitas ringan hingga sedang. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang, khususnya di wilayah:
Jawa: Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Luar Jawa: Bengkulu dan Sulawesi Barat.
Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lokal, termasuk aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang masih aktif melintasi sebagian Sumatera dan Papua.