JAKARTAHYPE.COM - Perawatan kulit yang efektif tidak hanya bergantung pada pemilihan produk berkualitas, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai cara mengombinasikan berbagai kandungannya. Tren layering skincare memang populer karena menjanjikan hasil maksimal, namun jika dilakukan tanpa dasar pengetahuan, hal ini bisa menimbulkan masalah baru bagi kulit.
Kombinasi bahan yang keliru dapat memicu reaksi negatif seperti iritasi, menyebabkan kulit menjadi terlalu kering, atau bahkan merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier). Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan komposisi setiap produk sebelum memutuskan untuk melakukan penumpukan lapisan perawatan.
Dikutip dari artikel yang membahas isu ini, ada beberapa bahan aktif yang memiliki fungsi saling bertentangan atau berpotensi mengiritasi jika digunakan bersamaan dalam satu waktu. Memisahkan penggunaannya adalah kunci untuk menjaga kesehatan kulit tetap optimal dan efektif.
Salah satu kombinasi yang perlu dihindari adalah retinoid (turunan Vitamin A) dengan AHA (Alpha Hydroxy Acid), karena keduanya memiliki potensi iritasi yang tinggi. Dokter kulit dari Dallas, Elizabeth Bahar Houshmand, menyatakan bahwa "keduanya memiliki efek samping yang sama-sama berpotensi mengiritasi sehingga tidak cocok dikombinasikan."
Meskipun demikian, kedua bahan tersebut sangat baik untuk mencegah penuaan dini jika digunakan pada waktu yang berbeda. Disarankan untuk menggunakan retinoid dan AHA pada hari yang terpisah, khususnya saat malam hari, agar kulit tampak lebih bercahaya dan bebas dari garis halus.
Kombinasi lain yang harus diperhatikan adalah retinoid dengan benzoyl peroxide, karena benzoyl peroxide berpotensi menonaktifkan molekul retinoid. Brooke Sikora, dokter kulit di SkinCare Physicians, Massachusetts, menjelaskan bahwa "benzoyl peroxide dapat menonaktifkan molekul retinoid."
Fungsi benzoyl peroxide sendiri adalah sebagai antiinflamasi untuk mengatasi peradangan dan jerawat ringan. Untuk solusi paling aman, pengguna dianjurkan menggunakan benzoyl peroxide pada pagi hari dan retinoid pada malam hari, meski kini sudah tersedia formulasi retinoid baru seperti tretinoin yang lebih aman dipadukan.
Vitamin C juga menjadi bahan yang memerlukan perhatian khusus karena membutuhkan lingkungan asam (pH sekitar 3,5) untuk bekerja optimal, sementara retinoid bekerja lebih baik dalam kondisi yang sedikit basa. Jika digunakan bersamaan, efektivitas keduanya akan terhambat, sehingga tidak akan bekerja maksimal.
Sebagai panduan pemakaian, disarankan menggunakan Vitamin C pada pagi hari untuk perlindungan dari radikal bebas, sementara retinoid sebaiknya diaplikasikan di malam hari karena dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.