JAKARTAHYPE.COM - Fenomena olahraga lari, mulai dari lari santai 5K hingga kompetisi maraton dan ultra-maraton lintas alam, semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Aktivitas fisik ini memang memberikan dampak positif signifikan bagi kesehatan jantung dan peningkatan stamina tubuh secara keseluruhan.

Namun, di balik semangat dan pencapaian di garis akhir, terdapat potensi risiko medis serius yang perlu diwaspadai oleh para penggemar olahraga ketahanan ini.

Kondisi medis serius yang mengintai para pelari yang terlalu memaksakan diri adalah Rhabdomyolysis, sebuah sindrom yang memerlukan perhatian khusus.

Rhabdomyolisis didefinisikan sebagai suatu kondisi kesehatan serius yang muncul akibat terjadinya kerusakan atau kematian jaringan otot rangka dalam waktu yang cepat.

Kerusakan masif pada sel otot ini menyebabkan pelepasan berbagai komponen intraseluler, seperti protein mioglobin dan berbagai jenis elektrolit, ke dalam sistem peredaran darah.

Pelepasan zat-zat tersebut, terutama mioglobin, memiliki potensi besar untuk memicu kerusakan serius pada organ vital tubuh, khususnya fungsi ginjal.

Dilansir dari Cleveland Clinic, kondisi ini merupakan keadaan medis serius yang timbul akibat kerusakan atau kematian jaringan otot rangka secara mendadak.

"Rhabdomyolisis adalah suatu kondisi medis serius yang terjadi akibat kerusakan atau kematian jaringan otot rangka secara cepat," mengutip dari Cleveland Clinic.