JAKARTAHYPE.COM - Kanker serviks merupakan penyakit serius yang berawal dari pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim atau serviks. Hampir seluruh kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV), yang umumnya menyebar melalui kontak seksual.

Penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal perkembangannya, sehingga deteksi dini menjadi sangat krusial sebelum kanker menyebar luas ke bagian tubuh lainnya. Seperti kebanyakan jenis kanker, kanker serviks diklasifikasikan ke dalam empat stadium utama berdasarkan tingkat penyebarannya.

Dikutip dari laman Cancer Research UK, stadium 1 menunjukkan bahwa kanker masih terbatas hanya di area leher rahim dan belum menyebar ke jaringan atau organ di sekitarnya. Pada stadium awal ini, peluang keberhasilan pengobatan umumnya masih sangat tinggi.

Selanjutnya, stadium 2 mengindikasikan bahwa kanker telah mulai menjalar keluar dari leher rahim ke jaringan sekitarnya. Namun, pada stadium ini, kanker belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina.

Stadium 3 menandai penyebaran kanker yang lebih luas dari leher rahim ke satu atau lebih area tertentu, yang menunjukkan perkembangan penyakit yang signifikan. Staging lebih lanjut akan menentukan penanganan medis yang paling sesuai untuk pasien.

Sementara itu, stadium 4 merupakan stadium paling akhir, di mana kanker sudah menyebar ke organ vital atau jaringan yang jauh dari leher rahim. Kondisi ini memerlukan penanganan medis yang lebih intensif dan kompleks.

Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp. Onk, menyoroti gejala yang muncul saat kanker memasuki stadium lanjut. Ia menekankan bahwa perubahan pada keputihan bisa menjadi salah satu indikator penting.

"Nah yang parah itu kalau sudah berbau, merah, itu berarti apa? Udah kanker," ujar Prof Yudi, menggarisbawahi bahwa keputihan yang berbau dan berwarna menandakan adanya kondisi serius seperti kanker.

Prof Yudi juga menjelaskan bahwa perdarahan pasca-hubungan seksual merupakan gejala lain yang perlu diwaspadai, terutama jika disertai dengan rasa nyeri saat berhubungan intim, yang mengindikasikan penyebaran kanker.