JAKARTA, JakartaHype.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Grab-OVO. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat integrasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dalam memastikan standar keamanan pangan dan transparansi program dari hulu ke hilir.
Dalam rangkaian tinjauan tersebut, Nezar Patria mengunjungi Sekolah Khusus Negeri (SKN) 01 Tangerang Selatan untuk melihat distribusi makanan bagi anak berkebutuhan khusus, memantau dapur mitra UMKM, serta meninjau operasional Command Center MBG. Pusat pemantauan berbasis AI ini berfungsi mengawal proses penyediaan makanan secara real-time, mulai dari pengolahan di dapur hingga diterima oleh siswa.
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara nyata. Menurutnya, teknologi berperan vital dalam memperkuat pengawasan, akuntabilitas, serta mitigasi risiko sejak dini.
"Dari peninjauan di sekolah, mitra UMKM, hingga Command Center MBG, terlihat bahwa transformasi digital dapat mendukung tata kelola program yang lebih terukur, transparan, dan terpercaya," ujar Nezar Patria dalam kunjungannya, Selasa (14/4/2026).
Program MBG Grab-OVO merupakan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang sepenuhnya didanai oleh sektor swasta. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam mendukung program strategis nasional. Dalam pelaksanaannya, Grab-OVO berkolaborasi dengan berbagai organisasi seperti PP Muhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), dan sejumlah mitra lainnya.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy, menjelaskan bahwa keamanan pangan adalah prioritas utama dan bentuk tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak. "Melalui pemanfaatan teknologi, kami ingin memastikan setiap makanan yang sampai ke tangan siswa aman, kualitasnya terjaga, dan memberikan dampak nyata bagi tumbuh kembang mereka," tuturnya.
Selain aspek teknologi, program ini juga menitikberatkan pada inklusivitas. Tokoh Penggerak Disabilitas Nasional, Reda Manthovani, mengapresiasi pendekatan kolaboratif ini. Ia menilai penggunaan AI memastikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan akses makanan bergizi yang layak dengan proses yang dapat dipercaya.
Sistem digital yang diterapkan mencakup dokumentasi lengkap, mulai dari deklarasi kesiapan mitra UMKM, konfirmasi pengiriman, hingga umpan balik dari pihak sekolah. Hal ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal melalui pendampingan standar kebersihan operasional.
Sejak diluncurkan pada September 2024, program MBG Swasta ini telah menjangkau lebih dari 30 sekolah, termasuk sekolah khusus, dengan lebih dari 5.000 penerima manfaat yang terdiri dari murid dan guru. Program ini melibatkan 25 lebih mitra UMKM dan kantin sekolah, serta didukung oleh 25 lebih mitra pengemudi di 12 kota/kabupaten.