JAKARTAHYPE.COM - Wabah penyakit serius akibat infeksi Salmonella tengah menjadi perhatian otoritas kesehatan di beberapa negara Eropa. Infeksi ini diduga kuat berasal dari konsumsi produk mi instan dengan varian rasa ayam yang beredar di pasaran.

Situasi ini telah memaksa hampir 50 orang untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Dari total pasien yang dirawat, lebih dari 30 kasus di antaranya melibatkan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Peristiwa kontaminasi ini pertama kali terdeteksi dan dilaporkan mulai merebak pada bulan November tahun sebelumnya. Perkembangan kasus terus dipantau secara ketat oleh badan kesehatan terkait di benua tersebut.

Hingga tanggal 27 Juni tahun ini, tercatat total ada 106 kasus infeksi Salmonella yang terkonfirmasi. Kasus-kasus tersebut tersebar di 14 negara berbeda, termasuk Inggris sebagai salah satu negara yang terdampak signifikan.

Dikutip dari badan keamanan pangan Eropa dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), mereka telah mengidentifikasi sumber paling mungkin dari kontaminasi ini. Sumber tersebut mengarah pada produk mi instan berbumbu yang dikonsumsi masyarakat.

Pihak berwenang menegaskan bahwa terdapat bukti kuat yang menghubungkan kasus-kasus infeksi lintas negara ini. Bukti tersebut secara spesifik mengarah pada produk mi instan yang berasal dari merek dagang yang sama.

"Badan keamanan pangan Eropa dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menyatakan produk mi berbumbu merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah infeksi lintas negara yang masih berlangsung, dengan bukti yang mengaitkan kasus-kasus tersebut, berasal dari produk dari merek yang sama," ujar juru bicara ECDC.

Meskipun mi instan adalah produk pangan yang populer, insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok makanan olahan. Otoritas kesehatan terus bekerja sama untuk melacak dan menarik produk yang terkontaminasi.

Gejala infeksi Salmonella umumnya meliputi demam, diare, dan kram perut yang bisa bervariasi tingkat keparahannya pada setiap individu yang terinfeksi.