JAKARTAHYPE.COM - Sebuah rangkaian guncangan dahsyat baru saja melanda wilayah pesisir utara Venezuela, dengan gempa utama berkekuatan 7.5 magnitudo mengguncang kawasan tersebut. Kejadian ini terjadi hanya berselang 40 detik setelah wilayah yang sama diguncang oleh gempa pendahuluan dengan kekuatan 7.2 magnitudo.
Peristiwa seismik ganda ini dilaporkan telah menyebabkan keruntuhan sejumlah rumah dan bangunan di ibu kota negara, Caracas, sehingga menimbulkan kehancuran yang meluas di area tersebut. Bencana alam ini memicu respons cepat dari otoritas setempat untuk menangani situasi darurat.
Pemerintah Venezuela segera mengambil langkah tanggap darurat menanggapi musibah ini. Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, telah mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Menyikapi skala kerusakan yang ditimbulkan, Delcy Rodríguez secara resmi telah menyatakan status darurat di wilayah yang terdampak. Langkah ini diambil untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dalam upaya penanggulangan bencana.
Saat ini, ratusan petugas tanggap darurat dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban yang mungkin masih terjebak di reruntuhan. Upaya penyelamatan menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Seorang warga Caracas yang selamat dari gempa tahun 1967 mengungkapkan betapa dahsyatnya rangkaian gempa kali ini. "Gempa hari ini tidak seperti apa pun yang pernah saya alami sebelumnya," ujar seorang warga yang selamat dari gempa 1967.
Kondisi mencekam juga dirasakan oleh warga lain yang berhasil keluar dari bangunan yang rusak di Caracas. Seorang penduduk menggambarkan suasana pasca gempa tersebut dengan mengatakan, "Pemandangannya seperti film horor," kata seorang warga Caracas.
Meskipun guncangan sangat kuat, Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat (US Tsunami Warning Centers) telah memberikan klarifikasi mengenai potensi bahaya laut. Pusat peringatan tersebut menyatakan bahwa tidak ada ancaman tsunami yang signifikan akibat gempa tersebut.
Akibatnya, peringatan dini mengenai gelombang laut yang berpotensi berbahaya bagi wilayah seperti Puerto Rico dan Kepulauan Virgin telah dibatalkan oleh otoritas terkait. Hal ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kerusakan darat yang terjadi.