JAKARTAHYPE.COM - Pebalap muda berbakat Indonesia di kelas Moto3, Veda Ega Pratama, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai beberapa sirkuit balap internasional yang dinilainya cukup menantang. Sebagai pembalap yang membela tim Honda Team Asia, adaptasi cepat terhadap lintasan baru menjadi kunci utama dalam kompetisi.

Secara umum, Veda mengakui bahwa setiap sirkuit dalam kalender Moto3 selalu menyajikan tingkat kesulitan dan tantangan yang berbeda bagi para pebalap. Tantangan ini memaksa para pembalap untuk terus meningkatkan kemampuan analisis dan persiapan mereka sebelum sesi balapan dimulai.

Salah satu lintasan yang secara spesifik ia sebutkan sebagai paling sulit adalah Balaton Park yang berlokasi di Hungaria. Menurut pengalamannya, sirkuit tersebut memberikan hambatan teknis yang signifikan dibandingkan dengan sirkuit lainnya.

Veda Ega Pratama menjelaskan bahwa adaptasi dengan beragam sirkuit memang membutuhkan usaha ekstra dan persiapan matang dari sisi tim. Ia juga mengungkapkan bagaimana ia dan timnya bekerja sama untuk meminimalisir waktu adaptasi tersebut.

"Ya memang agak sulit (untuk adaptasi dengan beragam sirkuit). Tapi dari tim juga mereka sudah ada data-data dari tahun kemarin dari rider lain. Juga, biasanya saya mempelajari dari video, itu cara saya agar beradaptasi lebih cepat," ungkap Veda kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pernyataan Veda tersebut disampaikan saat ia diwawancarai oleh awak media pada hari Selasa, 9 Juni 2026, di kawasan Jakarta. Momen ini memberikan kesempatan bagi publik untuk mengetahui lebih dalam tantangan yang dihadapi oleh wakil Indonesia di ajang balap motor dunia.

Lebih lanjut, Veda merinci faktor-faktor spesifik di Balaton Park yang membuatnya terasa sangat sulit untuk ditaklukkan oleh para pembalap. Faktor tersebut berkaitan erat dengan kondisi lintasan dan lingkungan sekitar saat balapan berlangsung.

"Semua sirkuit sulit sih pasti, karena setiap sirkuit ada tantangan tersendiri. Mungkin buat Hungaria di Balaton Park kemarin itu salah satu sirkuit yang sulit. Gripnya tak terlalu bagus dan juga kondisi cuacanya cukup panas dan ya agak terik di sirkuit, banyak chicane," sambung Veda.

Kondisi grip yang kurang optimal dan suhu lintasan yang cenderung panas serta terik menjadi kombinasi tantangan berat, diperparah dengan banyaknya tikungan chicane yang menuntut presisi tinggi. Dilansir dari beberapa sumber, hal ini mengharuskan pembalap Moto3 untuk memiliki kontrol motor yang sangat baik saat melaju di sirkuit tersebut.