AUSTIN, JakartaHype.com - Tipis. Begitulah jarak yang memisahkan Veda Ega Pratama dari tiket Q2 di sesi Practice Moto3 Red Bull Grand Prix of The United States 2026, Jumat (27/3/2026) waktu setempat atau Sabtu (28/3/2026) dini hari WIB.

Pembalap 17 tahun asal Indonesia itu mengakhiri sesi dengan catatan waktu 2 menit 14,484 detik dan finis tepat di posisi ke-14 — batas paling akhir untuk lolos langsung ke Q2. Satu posisi lagi ke bawah, peluang start terdepan bisa menguap begitu saja. Tapi Veda tidak membiarkan itu terjadi.

Posisi ke-14 mungkin terdengar biasa. Tapi kalau tahu betapa ketatnya persaingan di sesi Practice hari itu, angka itu terasa jauh lebih berharga dari yang terlihat.


    Hasil sesi Practice Moto3 Amerika 2026 di COTA, Jumat (27/3/2026). [Foto: MotoGP]

Pertama Kali di COTA, Langsung Baca Situasi

Circuit of The Americas bukan sirkuit yang bisa langsung akrab begitu saja. Lintasan sepanjang 5,5 kilometer dengan 20 tikungan itu punya karakter yang unik — bergelombang di sektor awal, penuh variasi dari hairpin lambat hingga parabola cepat di sektor akhir, dan sangat tidak memaafkan kesalahan sekecil apapun. Bahkan rider berpengalaman pun butuh beberapa sesi untuk benar-benar nyaman di sini.

Veda Ega Pratama datang ke COTA tanpa pengalaman sama sekali di lintasan ini. Pertama kali menginjakkan ban motornya di Austin, langsung dihadapkan pada persaingan ketat di akhir pekan Grand Prix. Di FP1 yang berlangsung Jumat (27/3/2026) waktu setempat, ia belum menemukan iramanya dan berakhir di posisi ke-15. Bukan hasil yang mengkhawatirkan — lebih ke proses membaca karakter sirkuit sambil tim terus menyempurnakan setup motor Honda-nya.

Memasuki sesi Practice, penyesuaian itu mulai kelihatan hasilnya. Veda naik satu posisi dan yang paling penting — namanya ada di sisi yang benar dari garis batas lolos. Hanya terpaut 0,727 detik dari pemuncak sesi Maximo Quiles yang mencatat 2 menit 13,757 detik, Veda membuktikan bahwa ketidaktahuannya soal COTA sebelumnya sama sekali bukan penghalang berarti.

Di kelas Moto3 yang balapannya kerap selesai dengan selisih di bawah satu detik untuk sepuluh rider sekaligus, jarak 0,727 detik dari yang tercepat adalah angka yang sangat kompetitif.