JAKARTAHYPE.COM - Ultimate Fighting Championship (UFC) menggelar kartu pertarungan bertajuk ‘Freedom 250’ pada malam ini di South Lawn Gedung Putih, Washington D.C. Acara ini tercatat sebagai ajang olahraga profesional perdana yang diselenggarakan di kediaman presiden Amerika Serikat tersebut.

Duel utama malam itu diisi oleh dua pertarungan perebutan gelar penting dalam organisasi MMA terbesar dunia tersebut. Ilia Topuria akan mempertahankan sabuk juara kelas ringan melawan Justin Gaethje, sementara perebutan sabuk interim kelas berat akan mempertemukan Alex Pereira dan Ciryl Gane.

Sejumlah hasil pertandingan telah tercatat, di antaranya kemenangan Lopes atas Garcia melalui KO ronde kedua, serta TKO ronde pertama yang diraih Nickal atas Daukaus. Selain itu, Ruffy mengalahkan Chandler melalui TKO ronde pertama, Rokit menang TKO ronde kedua atas Lewis, dan O’Malley berhasil mengalahkan Zahabi pada ronde kedua.

Pertarungan antara Sean O’Malley (19-3) melawan Aiemann Zahabi (14-2) menjadi sorotan utama karena potensi dampak besar bagi peringkat Zahabi. Zahabi yang saat ini berada di peringkat keenam, berupaya keras menyusul O’Malley yang berada tiga peringkat di atasnya.

Kemenangan dalam acara besar ini sangat krusial bagi Zahabi untuk mengamankan kesempatan pertamanya meraih gelar juara UFC. Meski demikian, O’Malley tetap diunggulkan oleh para bandar taruhan, meskipun ia baru saja menelan dua kekalahan dari Merab Dvalishvili.

O’Malley sendiri berusaha kembali ke jalur kemenangan setelah sukses meraih kemenangan comeback melawan Song Yadong pada pertarungan sebelumnya. Ia berambisi untuk merebut kembali sabuk juara yang saat ini dipegang oleh Petr Yan.

Di sisi lain, kehadiran petarung kelas berat Josh Hokit (28 tahun) di Gedung Putih menimbulkan kontroversi besar akibat riwayat komentarnya yang dianggap ofensif dan merendahkan. Hokit pernah melontarkan komentar tidak pantas terhadap mantan Ibu Negara Michelle Obama dan bintang WNBA, Brittney Griner.

Kutipan mengenai kehadiran petarung veteran Derrick Lewis (29-13[1]) di kartu pertarungan ini diungkapkan oleh Dana White, yang menyebutkan bahwa Presiden Trump secara pribadi meminta kehadiran Lewis. "Presiden berkata kepada saya, ‘Mengapa Derrick Lewis tidak ada di kartu Gedung Putih?’," ujar Dana White.

White melanjutkan kisahnya, "Saya berkata, ‘Saya akan kembali dalam lima menit.’ Menelepon Derrick Lewis dan berkata, ‘Presiden ingin tahu mengapa Anda tidak ada di kartu Gedung Putih.’ Dan Derrick Lewis menjawab, ‘Politik, politik yang membuat saya tidak ada di kartu Gedung Putih.’"