JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden kriminal yang menimpa seorang wisatawan asing terjadi di kawasan populer Bali, menambah catatan penting mengenai keamanan di destinasi wisata tersebut. Peristiwa ini melibatkan seorang turis yang menjadi korban penjambretan saat sedang berada di luar pada jam yang sangat larut malam.

Korban diketahui bernama Agam, seorang turis asing yang sedang menikmati kunjungannya di Pulau Dewata. Kejadian ini bermula ketika Agam sedang melintas bersama seorang rekan perempuannya di area yang dikenal ramai pada siang hari.

Peristiwa penjambretan tersebut terjadi pada Jumat dini hari, tanggal 29 Mei, di wilayah Kuta Utara, Kabupaten Badung. Lokasi ini merupakan salah satu pusat kegiatan turis, sehingga kejadian di jam sepi tersebut cukup mengejutkan.

Setelah mengetahui dirinya menjadi korban tindak kriminal, Agam segera mengambil langkah cepat untuk meminta perlindungan dan bantuan dari aparat penegak hukum setempat. Langkah ini diambil meskipun waktu kejadian sudah memasuki dini hari.

Turis tersebut langsung menghubungi layanan darurat kepolisian melalui saluran telepon khusus, yaitu Call Centre 110. Kontak cepat ini bertujuan agar respons dari pihak kepolisian dapat segera terealisasi untuk membantu pemulihan situasi.

Kapolsek Mengwi, Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, mengonfirmasi penerimaan laporan mengenai insiden yang menimpa wisatawan mancanegara tersebut. Pihak kepolisian segera menindaklanjuti aduan yang masuk.

"Kami menerima laporan pengaduan di Call Centre 110 dari seorang WNA yang kena penjambretan, sekitar pukul 02.54 Wita," ujar Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian segera mengerahkan personel untuk melakukan pengecekan di lokasi kejadian. "Kami sudah arahkan tim piket UKL Polsek Mengwi ke lokasi mengecek situasi," kata Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, Jumat (29/5).

Dikutip dari pemberitaan yang ada, respons cepat dari Call Centre 110 menunjukkan komitmen aparat dalam memberikan pelayanan keamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk para turis yang berkunjung ke Bali.