JAKARTAHYPE.COM - Momen kebersamaan keluarga saat Iduladha seringkali diwarnai dengan hidangan lezat, namun hal ini berbanding lurus dengan pekerjaan rumah tangga yang menanti, terutama tumpukan cucian piring. Peralatan masak yang digunakan untuk mengolah makanan khas seperti gulai, sate, atau tongseng kambing seringkali meninggalkan minyak dan kotoran yang membandel.

Kondisi ini, mengingat banyaknya peralatan yang terpakai, tentu bisa menimbulkan rasa pusing bagi siapa pun yang harus membersihkannya. Namun, pekerjaan membersihkan peralatan dapur pasca hari raya bisa terasa lebih ringan jika dilakukan dengan metode yang tepat, mulai dari tahap awal persiapan hingga proses akhir pembilasan.

Dilansir dari The Spruce, terdapat serangkaian langkah yang dapat diikuti untuk merapikan cucian piring yang menumpuk dengan cepat dan memastikan hasilnya bersih maksimal. Langkah pertama yang krusial adalah memastikan tidak ada sisa makanan padat yang menyumbat saluran pembuangan air di bak cuci piring.

Oleh karena itu, sebelum menumpuk piring kotor, konsumen dianjurkan untuk membuang semua sisa makanan yang menempel. Setelah tahap pembuangan kotoran kasar ini selesai, proses pencucian bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya dengan lebih efektif.

Pemilihan cairan pencuci piring menjadi faktor penentu keberhasilan pembersihan, terutama untuk melenyapkan sisa lemak pasca hidangan Iduladha. Konsumen disarankan memilih produk yang diformulasikan khusus untuk mampu menghilangkan kotoran dan minyak secara cepat dan menyeluruh.

Cairan pencuci piring harus diaplikasikan sesuai dengan jumlah piring dan peralatan masak yang kotor agar efisiensi pembersihan tercapai. Salah satu produk yang direkomendasikan adalah Mama Lime Green, yang disebutkan sebagai pencuci piring dari tumbuhan dan 100% food grade.

Lebih lanjut, produk Mama Lime Green diklaim aman digunakan untuk membersihkan peralatan makan, botol susu, serta buah dan sayuran. Produk ini dikembangkan menggunakan teknologi Jepang dengan memanfaatkan ekstrak tumbuhan alami yang diklaim lembut di tangan dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

Jika setelah dikerok atau disingkirkan kotoran kasar masih ada sisa makanan yang menempel, langkah selanjutnya adalah merendamnya. Proses perendaman ini dilakukan dengan mengalirkan sedikit air dan menambahkan beberapa tetes cairan pencuci piring.

Namun, perlu diperhatikan bahwa alat masak atau piring yang terbuat dari bahan aluminium tidak disarankan untuk direndam dalam waktu lama. "Hal ini dapat membuat warnanya menggelap setelah dicuci," mengenai bahan aluminium yang tidak boleh direndam, sebagaimana dijelaskan dalam sumber informasi tersebut. Untuk piring berbahan umum, perendaman selama sekitar 15 hingga 30 menit dinilai cukup sebelum dicuci.