JAKARTAHYPE.COM - Tiongkok mencatat lonjakan signifikan kasus COVID-19 pada bulan Juni 2026, dengan total mencapai 79.000 kasus terkonfirmasi. Data ini dirilis secara resmi oleh lembaga kesehatan tertinggi di negara tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (China CDC) melaporkan temuan ini dalam evaluasi bulanan mereka. Laporan tersebut juga mengidentifikasi adanya peningkatan kasus bergejala berat.

Selama periode yang sama, Tiongkok juga mencatat sebanyak 130 kasus yang menunjukkan gejala berat akibat infeksi COVID-19. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait penularan virus.

Selain kasus bergejala berat, satu kasus kematian juga dilaporkan terkait dengan pandemi COVID-19 pada bulan Juni. Angka ini menjadi sorotan di tengah peningkatan kasus secara keseluruhan.

"Jumlah kasus pada Juni mengalami peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," demikian dilaporkan dalam publikasi resmi lembaga tersebut. Pernyataan ini menggarisbawahi tren kenaikan yang terjadi.

Dikutip dari China Daily, data menunjukkan perbandingan yang mencolok dengan bulan-bulan sebelumnya. Pada bulan Mei, Tiongkok mencatat sekitar 21.861 kasus positif COVID-19.

Sementara itu, pada bulan April, angka kasus yang terdeteksi di Tiongkok adalah sebanyak 23.477 kasus. Perbedaan inilah yang menjadi indikasi kuat adanya peningkatan drastis pada Juni.

Peningkatan kasus ini diduga kuat dipicu oleh munculnya varian baru virus corona. Namun, rincian lebih lanjut mengenai varian spesifik yang menjadi penyebab lonjakan ini belum diungkap secara rinci dalam laporan awal.

Secara keseluruhan, situasi COVID-19 di Tiongkok pada Juni 2026 menunjukkan adanya dinamika baru yang perlu diwaspadai. Pihak berwenang terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.