JAKARTAHYPE.COM - Perbelanjaan militer di seluruh dunia dilaporkan telah mencapai tingkat yang sangat tinggi, mencetak rekor baru di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Fenomena ini sangat terasa dampaknya seiring dengan memanasnya konflik internasional, termasuk ketegangan signifikan antara Iran dan Amerika Serikat yang menarik perhatian dunia.

Secara agregat, sepuluh negara teratas dalam pengeluaran pertahanan telah menggelontorkan dana sekitar US$2,6 triliun untuk sektor militer. Jumlah fantastis ini setara dengan kurang lebih tiga perempat dari total anggaran pertahanan yang dibelanjakan di seluruh dunia.

Amerika Serikat, sebagai kekuatan militer dominan, menduduki posisi teratas dalam daftar negara dengan pengeluaran militer terbesar. Anggaran pertahanan negara ini dikabarkan hampir mencapai US$921 miliar, menjadikannya kontributor utama dalam tren peningkatan belanja senjata global.

Dominasi belanja pertahanan Amerika Serikat tidak hanya terlihat dari angka anggarannya semata. Negara ini juga aktif terlibat dalam berbagai dinamika konflik internasional, termasuk eskalasi terbaru yang melibatkan Iran yang menimbulkan ketegangan signifikan di kawasan tersebut.

Dalam konteks konflik terkini, terdapat informasi mengenai penggunaan aset militer canggih oleh militer AS, seperti penggunaan ratusan rudal Tomahawk dalam kurun waktu singkat. Hal ini menunjukkan bahwa biaya operasional militer dapat melonjak hingga miliaran dolar hanya dalam beberapa hari saja.

Mengikuti di posisi kedua adalah Republik Rakyat Tiongkok yang mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar US$251,3 miliar. Rusia menempati urutan ketiga dengan pengeluaran mencapai US$186,2 miliar, sementara Jerman berada di posisi keempat dengan anggaran pertahanan sebesar US$107,3 miliar.

Peringkat kelima ditempati oleh Inggris yang membelanjakan dana hingga US$94,3 miliar, diikuti oleh India dengan US$78,3 miliar, dan Arab Saudi yang mengalokasikan dana sebesar US$72,5 miliar untuk keperluan militernya. Tiga negara terakhir dalam daftar sepuluh besar adalah Prancis dengan US$70 miliar, Jepang dengan US$58,9 miliar, dan Ukraina yang menganggarkan US$44,4 miliar.

Dilansir dari CNBCIndonesia, tren peningkatan belanja senjata ini sangat dipengaruhi oleh ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang mencapai puncaknya pada tahun 2026. Konflik dua negara ini ternyata turut menarik perhatian dan keterlibatan kekuatan besar lainnya seperti Tiongkok dan Rusia.

"Ada sepuluh negara yang telah menghabiskan sekitar US$2,6 triliun atau setara puluhan ribu triliun rupiah untuk sektor militer," ujar seorang analis pertahanan. Angka tersebut merupakan akumulasi dari belanja pertahanan global yang meningkat drastis, menurut analisis yang disajikan.