Jakarta, JakartaHype.com - Jakarta mencatatkan sejarah baru dalam indeks keamanan regional. Berdasarkan laporan terbaru dari Global Residence Index 2026, Ibu Kota Indonesia kini menduduki peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara. Dengan skor 0,72, Jakarta berhasil melampaui kota-kota besar lainnya seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila, serta berada tepat di bawah Singapura yang masih memimpin dengan skor 0,90.
Lonjakan ini menandakan keberhasilan Jakarta keluar dari kelompok menengah pada tahun sebelumnya. Menurut pengamat perkotaan Zulfikar Marikar, pencapaian ini tidak lepas dari arah kebijakan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang fokus pada penguatan infrastruktur sosial dan fisik.
Keamanan Lewat Mobilitas Massal
Salah satu variabel mengejutkan dalam penilaian ini adalah korelasi antara transportasi publik dan keamanan kriminalitas. Data menunjukkan bahwa layanan Transjakarta melayani hingga 413 juta penumpang sepanjang tahun 2025—meningkat signifikan dari 371 juta di tahun sebelumnya.
Zulfikar menjelaskan bahwa tingginya mobilitas masyarakat di ruang publik yang terintegrasi menciptakan mekanisme pengawasan mandiri.
"Kepadatan aktivitas di halte dan koridor khusus Transjakarta menghadirkan pengawasan sosial alami. Hal ini secara efektif mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan," jelasnya.
Mitigasi Banjir dan Ruang Inklusif
Selain aspek kriminalitas, indeks ini juga menyoroti kemampuan kota dalam mengelola risiko bencana. Jakarta mencatatkan penurunan luas genangan banjir hingga 30 persen di titik-titik rawan. Keberhasilan mitigasi ini dianggap sebagai indikator vital dalam definisi keamanan kota secara menyeluruh.
Di sisi lain, stabilitas sosial turut diperkuat melalui optimalisasi ruang publik. Pemanfaatan ikon kota seperti Bundaran HI dan Lapangan Banteng untuk kegiatan lintas budaya—seperti Lebaran Betawi hingga perayaan keagamaan (Ramadan, Natal, Imlek, dan Nyepi)—dinilai mampu membangun rasa inklusivitas yang tinggi di tengah warga.