JAKARTAHYPE.COM - Peristiwa tragis menimpa seorang pemburu hewan langka asal Amerika Serikat, Ernie Dosio (75), ketika aktivitas perburuannya di Gabon berakhir fatal. Dosio dilaporkan tewas setelah diserang oleh kawanan gajah saat ia tengah mencari kijang punggung kuning di wilayah Afrika Tengah tersebut.

Insiden ini terjadi ketika Dosio bersama pemandunya bertemu dengan lima ekor gajah betina yang sedang bersama seekor anak gajah. Lokasi pertemuan mereka adalah kawasan hutan hujan Lope-Okanda, sebuah habitat penting bagi populasi gajah hutan yang terancam punah.

Wilayah Lope-Okanda dikenal sebagai rumah bagi sekitar 95 ribu ekor gajah hutan, menjadikannya salah satu habitat terbesar bagi spesies tersebut secara global. Pertemuan tak terduga dengan kawanan gajah tersebut menjadi akhir dari perjalanan berburu Dosio.

Menurut keterangan dari salah satu sumber yang dikutip oleh The Guardian pada Kamis (30/4/2026), gajah-gajah tersebut terkejut dengan kehadiran Dosio dan pemandunya di area tersebut. Kejutan mendadak ini diduga menjadi pemicu serangan yang berujung pada kematian sang pemburu.

Operator safari Collect Africa telah mengonfirmasi kabar meninggalnya Ernie Dosio, sebagaimana diberitakan oleh Daily Mail. Selain Dosio yang meninggal dunia, pemandu yang mendampinginya, seorang pemburu profesional, dilaporkan mengalami cedera serius akibat serangan tersebut.

Ernie Dosio dikenal sebagai pemilik kebun anggur yang berasal dari California, Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, ia telah mengumpulkan koleksi trofi hasil perburuan yang cukup ekstensif dari berbagai ekspedisi.

Koleksi trofi yang dimiliki Dosio mencakup hewan besar seperti gajah dan singa, dan namanya cukup dikenal dalam lingkup Sacramento Safari Club. Ia memiliki reputasi sebagai pemburu yang aktif di berbagai belahan dunia.

Seorang pensiunan pemburu yang mengenal Dosio memberikan kesaksian mengenai legalitas kegiatan berburu yang dilakukan oleh almarhum. "Ernie berburu sejak dia bisa memegang senapan dan punya banyak trofi dari Afrika dan AS," ujar pensiunan pemburu tersebut.

Ia menambahkan bahwa meskipun perburuan hewan besar sering menuai kritik, aktivitas Dosio selalu dilakukan sesuai prosedur. "Meski banyak yang tidak setuju dengan perburuan hewan buruan besar, semua perburuan Ernie dilakukan dengan izin resmi dan aturan, serta terdaftar sebagai upaya konservasi dalam mengurangi jumlah hewan," jelas pensiunan pemburu tersebut.