JAKARTAHYPE.COM - Kegiatan akbar bertajuk Ngertakeun Bumi Lamba yang ke-18 kalinya baru saja terselenggara dengan khidmat di kawasan wisata alam Gunung Tangkuban Parahu, Subang. Acara tahunan ini merupakan momen penting untuk memperkuat ikatan spiritual masyarakat adat dengan alam.
Ribuan anggota masyarakat adat dari berbagai penjuru Nusantara turut hadir memadati lokasi upacara yang sakral tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya antusiasme dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan budaya leluhur.
Inti dari pelaksanaan tradisi ini adalah upaya kolektif untuk menjaga keseimbangan alam serta melestarikan warisan budaya tak benda yang diwariskan turun-temurun. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Upacara adat tersebut dilaksanakan dengan rangkaian ritual yang khidmat dan penuh makna mendalam, mencerminkan penghormatan tertinggi terhadap bumi sebagai sumber kehidupan. Pelaksanaan ritual ini menarik perhatian banyak pihak.
Kehadiran ribuan perwakilan masyarakat adat di Tangkuban Parahu ini secara eksplisit menyatukan keragaman suku, bahasa, dan tradisi yang ada di seluruh Nusantara. Hal ini menegaskan bahwa isu pelestarian lingkungan adalah isu nasional.
Dikutip dari sumber pemberitaan, momen khidmat ini berhasil mempersatukan berbagai elemen budaya dari Sabang sampai Merauke dalam satu payung kegiatan spiritual. Keberagaman ini menjadi kekuatan dalam menjaga kelestarian bumi.
Acara Ngertakeun Bumi Lamba ke-18 di Tangkuban Parahu ini menegaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal memiliki peran sentral dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan saat ini. Semangat ini patut diapresiasi.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa masyarakat adat memegang peranan vital sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian ekosistem, khususnya di wilayah-wilayah adat mereka masing-masing di Indonesia.