JAKARTAHYPE.COM - Sebuah penemuan geologis fenomenal baru saja mengguncang dunia pertambangan global, yakni penemuan cadangan emas raksasa yang terpendam jauh di bawah perbukitan Kabupaten Pingjiang, Provinsi Hunan, Tiongkok. Ladang 'harta karun' ini diprediksi memiliki nilai ekonomi yang sangat fantastis bagi negara tersebut.

Biro Geologi Hunan menjadi pihak yang mengumumkan penemuan signifikan ini, mengungkapkan bahwa mereka telah mengidentifikasi sebanyak 40 urat emas yang tersembunyi di kedalaman bumi di wilayah tersebut. Penemuan ini menandai tonggak penting dalam eksplorasi sumber daya alam Tiongkok.

Emas yang ditemukan ini memiliki karakteristik fisik yang sangat mencolok, berbeda dari penambangan konvensional. Emas tersebut hadir bukan dalam bentuk mikroskopis atau terikat dalam mineral lain, melainkan terlihat jelas.

"Banyak inti batuan hasil pengeboran menunjukkan emas yang terlihat," ujar Chen Rulin dari Biro Geologi Hunan, dilansir dari Daily Galaxy, Selasa (7/4/2026).

Hingga saat ini, upaya eksplorasi telah melibatkan pengeboran ekstensif sepanjang lebih dari 65 kilometer di 55 lokasi berbeda di area tersebut. Hasil awal dari dua kilometer pertama pengeboran saja sudah menunjukkan cadangan mencapai 300 ton emas.

Namun, potensi sesungguhnya diperkirakan jauh melampaui temuan awal tersebut. Estimasi terbaru menunjukkan bahwa total deposit emas ini bisa mencapai 1.000 ton, yang terbentang hingga kedalaman tiga kilometer, dengan nilai tak kurang dari 600 miliar yuan atau setara dengan Rp 1.400 triliun.

Selain kuantitasnya yang masif, kualitas emas yang ditemukan juga tergolong premium. Salah satu sampel dari kedalaman 2.000 meter mencatatkan kadar emas hingga 138 gram per ton, jauh melampaui rata-rata tambang komersial yang biasanya beroperasi di bawah 10 gram per ton.

Untuk memetakan deposit sebesar ini, para ilmuwan memanfaatkan teknologi mutakhir seperti pemodelan geologi 3D, membantu memberikan gambaran rinci mengenai luasnya cadangan tersebut. Penemuan emas di area sekitar lokasi utama juga menguatkan indikasi bahwa cadangan bisa lebih luas dari perkiraan awal.

Para ilmuwan menduga fenomena pengendapan emas yang begitu masif ini dipicu oleh aktivitas geologi ekstrem di masa lampau. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience menyebutkan bahwa tekanan akibat gempa bumi dapat menghasilkan muatan listrik dalam batuan, yang kemudian memicu pengendapan emas secara cepat.