JAKARTAHYPE.COM - Sekitar enam puluh suporter sepak bola yang sebelumnya mendapatkan tiket Piala Dunia 2026 secara cuma-cuma kini dihadapkan pada kewajiban untuk segera melunasi pembayaran. Mereka diinstruksikan untuk menyelesaikan transaksi tersebut jika masih ingin mempertahankan hak menonton pertandingan akbar tersebut.

Insiden ini bermula dari sebuah kesalahan teknis atau glitch yang terjadi pada situs resmi FIFA. Kesalahan sistem tersebut terdeteksi terjadi saat proses transaksi pada tanggal 21 Mei yang lalu.

FIFA secara tegas menyatakan bahwa tiket yang teralokasi tanpa biaya tersebut tidaklah valid dalam keadaan sebagaimana adanya. Hal ini merupakan konsekuensi langsung dari gangguan sistem pembayaran yang sempat melanda platform resmi mereka.

"Maaf, itu gangguan sistem," demikian penegasan dari FIFA terkait status tiket gratis yang telah diterima oleh para suporter tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa pembebasan biaya tersebut murni merupakan kekeliruan teknis.

Meskipun sistem mereka secara keliru mengalokasikan puluhan tiket tersebut tanpa memerlukan biaya sepeser pun, FIFA memilih untuk tidak langsung membatalkan kuota tersebut secara sepihak. Keputusan ini memberikan kesempatan kepada suporter yang terdampak.

FIFA memberikan opsi kepada para suporter yang sudah terlanjur mendapatkan alokasi tiket gratis tersebut. Mereka diminta untuk segera melakukan pelunasan pembayaran jika memang berkeinginan untuk tetap bisa menyaksikan perhelatan Piala Dunia 2026.

Hal ini menegaskan kembali bahwa tiket nonton Piala Dunia 2026 yang didapatkan secara cuma-cuma tersebut, dalam konteks ini, dinyatakan tidak sah oleh pihak penyelenggara. Status tiket akan berubah jika pembayaran berhasil diselesaikan sesuai permintaan.

"Tiket nonton Piala Dunia 2026 itu bisa didapatkan secara cuma-cuma tersebut tidak valid karena adanya gangguan sistem pembayaran pada situs resmi mereka," ujar perwakilan FIFA.

Dikutip dari sumber berita, FIFA menjelaskan bahwa masalah saat proses checkout menyebabkan tiket tersebut teralokasikan tanpa biaya, yang merupakan akar permasalahan dari seluruh insiden ini. Kejadian ini menjadi pelajaran penting mengenai keandalan sistem transaksi digital.