JAKARTAHYPE.COM - Aparat penegak hukum internasional berhasil meringkus empat pemuda yang diduga kuat menjadi dalang di balik aktivitas ilegal di pasar gelap BreachForums. Keempat tersangka yang ditangkap tersebut dilaporkan masih berusia sangat muda, yakni rata-rata sekitar 20 tahun.
BreachForums sendiri dikenal luas sebagai salah satu forum diskusi kejahatan siber yang paling berbahaya di dunia saat ini. Sejak tahun 2022, platform tersebut telah bertransformasi menjadi pusat pengiklanan data curian serta tempat perekrutan kelompok kriminal lintas negara.
Selain menjadi wadah bertukar informasi, marketplace gelap ini seringkali menjual berbagai alat peretasan canggih yang digunakan untuk membobol target besar. Aktivitas transaksi di forum tersebut telah menyebabkan kerugian finansial dalam jumlah yang sangat masif bagi banyak perusahaan global.
"ShinyHunters, yang merupakan identitas alias salah satu pelaku, tercatat pernah mengelola situs tersebut sejak Juni hingga akhirnya resmi ditutup pada Mei 2024," ujar Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3) FBI dilansir dari CNBC Indonesia.
Operasi penangkapan dilakukan secara intensif oleh brigade kejahatan dunia maya (BL2C) kepolisian Paris di wilayah Hauts-de-Seine hingga Seine-Maritime. Tak hanya di daratan Prancis, pengejaran juga meluas hingga ke pulau Reunion yang terletak di antara Madagaskar dan Mauritius.
Para tersangka yang diamankan diketahui menggunakan identitas samaran yang cukup populer di dunia bawah tanah, yakni Hollow, Noct, Depressed, dan ShinyHunters. Nama terakhir menjadi sorotan utama karena keterkaitannya dengan serangan siber terhadap raksasa industri seperti Snowflake, Ticketmaster, dan AT&T.
"ShinyHunters sebenarnya bukanlah individu tunggal, melainkan sebuah kelompok mafia penjahat siber yang sangat terorganisir," kata analis keamanan siber dilansir dari The Register.
"Salah satu anggotanya yang bernama Sebastien Raoult, seorang warga negara Prancis, sebelumnya juga pernah ditangkap oleh otoritas keamanan di Amerika Serikat," tambah analis tersebut dalam keterangannya pada Minggu (19/4/2026).
Seluruh tersangka kini menghadapi tuduhan serius atas keterlibatan mereka dalam serangan siber yang menyasar perusahaan pengecer Boulanger. Selain itu, mereka juga diduga kuat membobol sistem departemen pemerintah France Travail serta federasi sepak bola Prancis.