JAKARTA, JakartaHype.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Ulubelu kembali mengukuhkan posisinya dalam sektor energi bersih dengan meraih penghargaan PROPER Emas untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup ini diserahkan di Jakarta pada Selasa (7/4/2026) sebagai apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam inovasi lingkungan dan operasional panas bumi yang andal.

Kunci keberhasilan PGE Area Ulubelu tahun ini bertumpu pada inovasi teknologi hijau bernama Steam Redistribution and Adjustment Method (STREAM). Inovasi ini dikembangkan untuk mengoptimalkan distribusi uap bumi agar meminimalkan energi yang terbuang selama proses produksi.

Secara teknis, STREAM bekerja dengan menyeimbangkan distribusi uap antara sumur produksi bertekanan tinggi dan rendah menggunakan satellite separator. Sebelum inovasi ini diterapkan, perbedaan tekanan antarsumur sering menjadi kendala efisiensi. Sejak diimplementasikan pada 2023, metode ini mampu meningkatkan kapasitas pembangkitan hingga 49.522 megawatt hour (MWh) dan menambah pendapatan perusahaan sebesar Rp71 miliar.

Keunggulan STREAM juga telah diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk kategori Platinum dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) untuk topik Penurunan Emisi yang diselenggarakan oleh PT SUCOFINDO pada September 2025.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi world class green energy company. Ia menyatakan bahwa PGE terus bertransformasi menjadi pusat keunggulan (centre of excellence) panas bumi di Indonesia.

“Capaian di Ulubelu mencerminkan komitmen PGE dalam mendorong transisi energi dan mendukung ketahanan energi nasional. Melalui inovasi seperti STREAM, kami membuktikan bahwa keunggulan operasional berstandar global dapat menghasilkan energi bersih yang stabil dan andal,” ujar Ahmad Yani.

General Manager PGE Area Ulubelu, Edi Sudarmadi, menambahkan bahwa STREAM memberikan dampak nyata pada aspek dekarbonisasi. Teknologi ini tercatat berhasil menurunkan emisi lebih dari 28 ribu ton CO2eq, serta menekan emisi gas H2S dan NH3 secara signifikan.

Selain aspek teknologi, PGE Area Ulubelu juga menginisiasi program inovasi sosial bertajuk SAI BUMI JEJAMA (Sustainable Agriculture for Building a Healthy Food System Community Through Joint Action and Mutual Aid). Program ini mengolah limbah operasional, seperti filler menara pendingin, menjadi media pertanian dan perikanan produktif.

Integrasi antara teknologi STREAM dan program SAI BUMI JEJAMA ini menghasilkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 3,9. Melalui pemanfaatan potensi panas bumi secara langsung (direct use), masyarakat di sekitar wilayah operasional kini mampu memanen hingga 8 ton ikan per tahun dan memproduksi 120 ton pupuk secara mandiri.