JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Kota Bandung tengah menghadapi kesulitan signifikan dalam upaya pengelolaan sampah rutin mereka. Situasi ini dilaporkan semakin memburuk dan menekan kinerja petugas kebersihan, terutama saat periode libur panjang tiba.

Permasalahan utama yang dihadapi adalah peningkatan volume timbunan sampah yang sejalan dengan lonjakan aktivitas masyarakat selama masa liburan. Kenaikan drastis ini memberikan beban ekstra pada sistem pengelolaan limbah kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara terbuka menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas warga selama musim liburan menyebabkan daya dukung lingkungan mengalami tekanan yang luar biasa berat. Hal ini menjadi tantangan operasional yang signifikan bagi kota.

Kondisi tersebut diperparah oleh fakta struktural bahwa Kota Bandung saat ini tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sendiri. Akibatnya, seluruh operasional pembuangan sampah harus bergantung pada fasilitas milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ketergantungan penuh ini berada pada TPA Sarimukti, yang kini harus menampung seluruh sampah dari Kota Bandung. Keterbatasan kapasitas TPA eksternal ini menjadi titik kritis dalam penanganan sampah harian.

Farhan menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah provinsi dalam menghadapi lonjakan volume sampah ini. Bantuan tersebut sangat krusial untuk menjaga kebersihan kota.

"Selama musim liburan ini, memang beban terhadap daya dukung lingkungan luar biasa beratnya," ujar Muhammad Farhan.

Beliau melanjutkan dengan ucapan terima kasih atas intervensi yang telah dilakukan oleh kepala daerah di tingkat provinsi. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah turun tangan langsung membantu kita untuk membuka kuota pengangkutan sampah ke (TPA) Sarimukti," kata Farhan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Muhammad Farhan pada hari Senin, tanggal 1 Juni 2026. Pernyataan tersebut merupakan respons resmi pemerintah kota terhadap peningkatan volume sampah yang terjadi belakangan ini.