JAKARTAHYPE.COM - Proses perpisahan orang tua seringkali menjadi tantangan emosional yang besar bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami kompleksitas hubungan dewasa. Dalam menghadapi situasi ini, Tengku Dewi memilih pendekatan yang sangat terbuka dan jujur dalam menyampaikan kondisi keluarga kepada buah hatinya.

Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kebingungan dan kecemasan yang mungkin dirasakan oleh anak-anak akibat perubahan struktur keluarga yang signifikan. Tengku Dewi berusaha memastikan bahwa setiap informasi disampaikan dengan cara yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak.

Pertanyaan spesifik muncul dari putra sulungnya, Eshan Rayn Fischer, ketika ia mulai menyadari bahwa ayahnya akan memiliki pasangan hidup baru. Momen ini menjadi titik krusial bagi Tengku Dewi untuk menerapkan keterbukaan dalam komunikasi keluarga.

Tengku Dewi tidak berusaha menutupi fakta perpisahan atau kehadiran pasangan baru Andrew Andika dari Eshan. Ia justru memilih untuk memberikan penjelasan yang ringan namun faktual, memastikan Eshan tetap merasa aman dan dicintai.

Momen percakapan tersebut terjadi ketika Tengku Dewi dijumpai awak media di Studio Trans TV, yang berlokasi di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Saat itu, ia menceritakan bagaimana ia merespons pertanyaan Eshan.

Tengku Dewi menjelaskan bahwa ia menyampaikan bahwa sang ayah kini memiliki pasangan baru, namun ia juga meyakinkan Eshan tentang masa depan emosionalnya. Ia menekankan bahwa Eshan akan tetap dikelilingi oleh kasih sayang yang melimpah.

Tengku Dewi menirukan kalimat yang ia sampaikan kepada putranya saat itu. Ia mengatakan, "Iya soalnya Papa sekarang udah nggak sama Mama lagi, Papa udah punya pasangan baru, nanti Mama juga punya pasangan baru kok, jadi abang banyak yang sayang," ujar Tengku Dewi saat menirukan penjelasannya pada Eshan.

Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Tengku Dewi untuk memastikan bahwa Eshan mengerti bahwa meskipun struktur hubungan orang tuanya berubah, kasih sayang yang ia terima tidak akan berkurang. Ini adalah bagian dari strategi komunikasi yang ia terapkan.

Dilansir dari media yang meliput pertemuannya, pendekatan ini menunjukkan upaya seorang ibu untuk menjaga stabilitas emosi anak di tengah dinamika kehidupan pribadi yang berubah. Tengku Dewi berupaya menciptakan narasi perpisahan yang positif dan berorientasi pada masa depan.